BMKG: 4.879 Gempa Guncang Indonesia Sepanjang Januari 2026

Ilustrasi. (Foto: Istimewa)
Jakarta, MISTAR.ID
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 4.879 gempa bumi mengguncang wilayah Indonesia sepanjang Januari 2026.
“Selama bulan Januari 2026, BMKG mencatat 4.879 kejadian gempa di seluruh Indonesia, di mana 16 gempa berkekuatan M≥5 dan 4.863 gempa berkekuatan M<5,” tulis BMKG dalam unggahannya di Instagram pada Kamis (19/2/2026), seperti dikutip dari CNNIndonesia.
Dari total tersebut, sebanyak 81 gempa dilaporkan dirasakan masyarakat. BMKG menyebut tingginya aktivitas gempa merupakan hal wajar karena Indonesia berada di wilayah yang sangat aktif secara tektonik. Meski demikian, sebagian besar gempa yang terjadi berkekuatan kecil dan tidak terasa.
Dalam Katalog Gempa Bumi Merusak Tahun 1821-2025, BMKG juga mencatat sepanjang 2025 terjadi 43.439 gempa. Dari jumlah itu, 153 gempa berkekuatan di atas magnitudo 5 dan 43.286 gempa berkekuatan di bawah magnitudo 5.
Sebanyak 973 gempa dilaporkan dirasakan masyarakat, dengan 25 di antaranya tergolong gempa merusak. Distribusi gempa tercatat cukup merata dari ujung Sumatra hingga Papua, sementara Kalimantan menjadi wilayah dengan intensitas gempa relatif rendah.
Sementara itu, gempa terbaru berkekuatan M5,6 mengguncang wilayah Laut Sulawesi pada Kamis (19/2/2026) pukul 07.26.18 WIB. Episenter gempa berada pada koordinat 1,52 derajat LU dan 122,21 derajat BT atau sekitar 109 kilometer barat laut Gorontalo Utara, Gorontalo, dengan kedalaman 31 kilometer.
Pelaksana Tugas Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, menjelaskan gempa tersebut merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas deformasi batuan di dalam Lempeng Sulawesi.
“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa bumi memiliki mekanisme mendatar naik (oblique thrust),” ujarnya.
Rahmat memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami dan hingga pagi hari belum terdeteksi adanya gempa susulan.
Gempa dirasakan di sejumlah wilayah, yakni Buol dan Gorontalo dengan intensitas IV MMI, Kabupaten Gorontalo Utara, Pohuwato, Bone Bolango, Boalemo, serta Parigi Moutong dengan intensitas III MMI, dan Manado dengan intensitas II MMI. (hm25)
























