Wednesday, June 10, 2026
home_banner_first
NEWS

Gempa Dangkal Magnitudo 2,9 Guncang Bandung, Dipicu Aktivitas Sesar Aktif

Mistar.idJumat, 6 Februari 2026 16.47
journalist-avatar-top
gempa_dangkal_magnitudo_29_guncang_bandung_dipicu_aktivitas_sesar_aktif

Gempa (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 2,9 mengguncang Kota Bandung dan sekitarnya pada Jumat (6/2/2026) siang. Meski pusat gempa berada di darat, sebagian warga mengaku tidak merasakan getaran yang signifikan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi pada pukul 13.45.32 WIB. Episenter gempa berada di koordinat 6,86 Lintang Selatan dan 107,74 Bujur Timur, sekitar 15 kilometer timur laut Kota Bandung, dengan kedalaman 5 kilometer.

Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang Selatan, Hartanto, menjelaskan bahwa gempa tersebut tergolong gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas sesar aktif di wilayah Bandung dan sekitarnya.

“Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa yang terjadi merupakan gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif,” ujar Hartanto dalam keterangan tertulis, Jumat.

Berdasarkan hasil pemetaan guncangan, gempa dirasakan di beberapa wilayah dengan intensitas II–III MMI. Getaran tercatat cukup terasa di Kabupaten Bandung, khususnya wilayah Jatinangor dan Cileunyi, serta di Kabupaten Subang seperti Kasomalang dan Ciater.

Pada skala tersebut, getaran dirasakan oleh sebagian orang dan menyebabkan benda ringan yang digantung tampak bergoyang. Getaran juga terasa di dalam rumah seperti sensasi kendaraan berat yang melintas.

BMKG memastikan hingga pukul 14.12 WIB belum menerima laporan adanya kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut. Selain itu, belum terdeteksi adanya gempa susulan.

Sementara itu, tidak semua warga merasakan guncangan. Seorang warga kawasan Cihapit, Kota Bandung, mengaku baru mengetahui adanya gempa setelah melihat informasi dari media sosial dan percakapan grup pesan instan.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak jelas sumbernya, serta selalu memantau perkembangan gempa melalui kanal resmi BMKG.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN