SMA Negeri 2 Medan Jamin MPLS 2026 Bebas Perundungan dan Kekerasan

Penyematan simbol MPLS kepada siswa baru, Senin (13/7/2026). (Foto: Susan/Mistar)
Medan, MISTAR.ID – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2026/2027 telah dimulai Senin (13/7/2026).
Tahun ini, Kementerian mengusung tema MPLS Ramah dengan tujuan untuk menghadirkan pengalaman belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi semua murid.
Sejalan dengan itu, SMA Negeri 2 Medan juga memastikan pelaksanaan MPLS di sekolah akan berjalan kondusif tanpa adanya aksi perundungan (bullying) maupun perpeloncoan. Penegasan ini diambil demi memastikan para siswa baru dapat beradaptasi dan belajar dengan rasa aman serta nyaman.
Kepala SMAN 2 Medan, Marsito, menyatakan seluruh rangkaian kegiatan selama lima hari ke depan dipastikan berjalan sesuai dengan buku panduan resmi dari Kementerian Pendidikan.
"Fokus MPLS itu memperkenalkan siswa pada lingkungan baru, termasuk guru dan senior mereka. Mitos gesekan antara junior dan senior kami pastikan tidak akan terjadi. Siswa kelas 11 dan 12 kami arahkan untuk menyambut dan merangkul adik-adiknya, bukan mengajak pada kelompok tertentu atau geng. Ini garansi dari sekolah," katanya kepada Mistar, Senin (13/7/2026).
Pihak sekolah, sebutnya, juga telah berkoordinasi dengan orang tua siswa guna menyamakan persepsi terkait aturan pelaksanaan ini.
“Jadi, insha Allah, lima hari ke depan MPLS akan berjalan baik tanpa ada perundungan dan aksi-aksi kekerasan lainnya. Itu garansi dari sekolah,” ucapnya.
Marsito juga menekankan bahwa siswa merupakan subjek, bukan objek. Siswa akan mengikuti sesuai dengan program-program yang dilakukan sekolah. Jika sekolah merancang program yang bagus, maka siswa akan dapat menerimanya dengan nyaman dan hati senang.
“Memperkenalkan itu kan bukan hanya kepada pengajarnya saja, tapi kepada semua warga SMA 2 ini. Termasuk yang tukang kebersihan dan lain sebagainya. Jadi lima hari ke depan mereka harus mengenal mereka semua. Itu targetnya,” kata Marsito.

Murid baru sedang melakukan upacara, Senin (13/7/2026). (Foto:Susan/Mistar)
Senada dengan hal tersebut, Koordinator MPLS SMAN 2 Medan, Elfiyanti M. Sembiring, menjelaskan bahwa sosialisasi anti-kekerasan sudah dilakukan jauh-jauh hari kepada seluruh warga sekolah. Atribut-atribut aneh yang kerap identik dengan perpeloncoan masa lalu juga telah dilarang total.
"Tidak ada lagi pemakaian atribut aneh, paling hanya badge nama sebagai tanda pengenal. Tahun ini konsepnya adalah MPLS Ramah 2026, di mana anak-anak OSIS juga mengusung tema 'TAPAK' (Tekad Awal Pelajar Aktif dan Kreatif). Kami menyambut mereka dengan gembira agar mereka merasa langsung menjadi bagian dari keluarga besar sekolah ini," ujar Elfiyanti.
Pada tahun ajaran ini, SMAN 2 Medan menerima sebanyak 432 siswa baru, yang terdiri dari 157 siswa laki-laki dan sisanya perempuan. Dari total jumlah tersebut, terdapat 8 orang siswa asal Kepulauan Nias yang masuk melalui program beasiswa ADEM (Afirmasi Pendidikan Menengah).
Rangkaian kegiatan MPLS ramah ini dijadwalkan berlangsung selama lima hari. Selain menerima materi reguler di sekolah pada Senin dan Selasa, para siswa baru akan diajak berkolaborasi dengan Kopasgat pada hari Rabu untuk mendapatkan pembekalan materi PBB dasar, bela negara, dan kesamaptaan.
Di hari Kamis, sekolah akan menghadirkan Kepala BNN Kota Binjai untuk memberikan sosialisasi pencegahan narkoba, yang kemudian dilanjutkan dengan unjuk kebolehan berbagai ekstrakurikuler. Rangkaian MPLS ini nantinya akan ditutup pada hari Jumat dengan pembekalan karakter pelajar Pancasila dan aksi gotong royong bersama di lingkungan sekolah.
“Kita berharap, semua rangkaian MPLS ini bisa berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi para siswa-siswi kita. Dan mereka juga bisa mematuhi aturan yang berlaku,” kata Pembina OSIS SMAN 2 Medan itu. (hm20)
PREVIOUS ARTICLE
Kepsek SMP YP HKBP 1 Beri Klarifikasi Soal Sekolah Sepi Peminat























