Laboratorium Baru SMAN 2 Medan Perkuat Persiapan Tim Peneliti Menuju Kompetisi Nasional

Siswa SMAN 2 Medan sedang melakukan penelitian di laboratorium (foto: Susan/Mistar)
Medan, MISTAR.ID – Laboratorium baru hasil revitalisasi di SMA Negeri 2 Medan menjadi andalan para siswa yang tengah mempersiapkan diri mengikuti berbagai ajang penelitian tingkat nasional. Fasilitas yang lebih lengkap dari sebelumnya disebut membuat proses riset menjadi lebih efektif dan memungkinkan para siswa memaksimalkan persiapan menuju kompetisi.
Pembina Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) SMAN 2 Medan, Sitti Darna, mengatakan laboratorium tersebut hampir setiap hari dipenuhi aktivitas penelitian. Bahkan, keberadaannya telah menjadi ‘rumah kedua’ bagi para siswa yang mengikuti Olimpiade Peneliti Siswa Indonesia (OPSI) dan Festival Inovasi Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI).
"Tahun ini laboratorium sudah memadai untuk dijadikan tempat penelitian. Kita akan terus maksimalkan dan memanfaatkan untuk persiapan kompetisi ini," ujarnya kepada Mistar, Selasa (30/6/2026).
Tahun ini SMAN 2 Medan berhasil meloloskan 11 tim pada tahap proposal OPSI yang diselenggarakan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas). Selain itu, sekolah juga untuk pertama kalinya meloloskan tim FIKSI, serta tengah mempersiapkan peserta untuk Indonesia Inventor's Day (IID) dan Lomba Peneliti Belia (LPB) pada akhir tahun nanti.
Menurut Sitti, revitalisasi laboratorium turut membawa perubahan besar bagi keberlangsungan penelitian di sekolah dibandingkan tahun sebelumnya. Kini laboratorium memiliki ruang yang lebih luas, bersih, serta dilengkapi sejumlah peralatan penelitian yang sebelumnya belum tersedia di sekolah.
Salah satu alat yang paling membantu adalah hotplate stirrer yang dapat digunakan untuk memanaskan sekaligus mengaduk larutan dengan suhu dan waktu yang dapat diatur.
"Kalau tahun lalu kami harus ke USU atau Unimed untuk menggunakan alat tertentu. Sekarang beberapa alat penting sudah tersedia sehingga penelitian bisa dilakukan langsung di sekolah," katanya.
Meski demikian, ia mengakui masih ada sejumlah fasilitas yang dibutuhkan untuk mendukung penelitian yang lebih kompleks, seperti lemari asam dan beberapa peralatan laboratorium lainnya. Kebutuhan alat, kata dia, terus berkembang mengikuti tema penelitian yang dikerjakan siswa setiap tahun.
Sitti berharap keberadaan laboratorium baru tersebut dapat terus meningkatkan budaya penelitian di SMAN 2 Medan dan mendorong lahirnya lebih banyak prestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Salah seorang peserta OPSI, Dio Purba (16 tahun), mengaku laboratorium baru membuat proses penelitian menjadi lebih nyaman dan efisien. Menurut siswa kelas X itu, fasilitas laboratorium kini jauh lebih lengkap dibandingkan sebelumnya.
"Sekarang sudah ada oven dan hotplate stirrer. Alat-alatnya lebih lengkap sehingga sangat membantu penelitian kami," ujarnya.
Meski begitu, ia mengatakan timnya masih harus bekerja sama dengan perguruan tinggi untuk menggunakan alat tertentu yang belum dimiliki sekolah, terutama untuk pengujian yang membutuhkan instrumen khusus.
Selain fasilitas laboratorium, Dio menilai dukungan sekolah terhadap kegiatan penelitian juga cukup maksimal. Sekolah membantu penyediaan sebagian kebutuhan penelitian, memberikan pendampingan dari guru maupun pembimbing eksternal, hingga mempermudah perizinan ketika siswa harus melakukan kegiatan penelitian di luar sekolah.
Dio berharap, penelitian yang dilakukan bersama teman-temannya itu dapat membuahkan hasil yang terbaik dan membawa nama baik sekolah di tingkat nasional.
PREVIOUS ARTICLE
LPDP Permudah Syarat Bahasa Inggris Bagi Pendaftar Tahap 2






















