Friday, June 5, 2026
home_banner_first
SAHABAT PENDIDIKAN

Konsisten Sejak SMP, Felix Ginting Raih Peringkat Pertama Eligible SNBP di SMAN 1 Medan

Mistar.idSabtu, 24 Januari 2026 18.15
journalist-avatar-top
SH
konsisten_sejak_smp_felix_ginting_raih_peringkat_pertama_eligible_snbp_di_sman_1_medan

Felix Arsenius Ginting (paling depan) saat mengikuti sejumlah lomba. (foto:istimewa/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Perjuangan panjang sejak awal masuk SMA akhirnya membuahkan hasil bagi Felix Arsenius Ginting (17). Siswa kelas XII-3 SMA Negeri 1 Medan ini berhasil meraih peringkat pertama dari total 171 siswa yang masuk daftar eligible di sekolahnya. Capaian tersebut, menurut Felix, menjadi bentuk penghargaan atas kerja kerasnya selama ini.

Anak kedua dari tiga bersaudara itu mengungkapkan bahwa persiapan untuk masuk jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) sudah ia rancang sejak awal masuk SMA, bahkan sejak masih duduk di bangku SMP.

“Kalau sedikit flashback, mungkin dari SMP. Saya memang memilih SMA Negeri 1 Medan salah satunya karena tujuan SNBP, mengingat kuota eligible di sekolah ini cukup bagus,” ujar Felix kepada Mistar, Sabtu (24/1/2026).

Ia menjelaskan bahwa sejak kelas X dirinya sudah mulai menyiapkan diri secara konsisten, baik dari sisi akademik maupun prestasi nonakademik. Nilai rapor, menurutnya, harus dijaga agar terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. “Dari kelas 10 sudah mulai persiapan, cari nilai yang terbaik dan juga ikut kegiatan lomba untuk mencari sertifikat. Grafik nilai itu harus naik, jadi tiap tahun harus ditingkatkan,” katanya.

Felix juga aktif mengikuti berbagai perlombaan, baik secara tim maupun individu. Setiap ada kesempatan, termasuk ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) dan kegiatan lain, ia berusaha terlibat demi menambah prestasi. “Pokoknya kalau ada kegiatan, saya ikuti. Itu untuk menambah prestasi juga,” ucapnya.

Saat mengetahui dirinya menempati peringkat pertama siswa eligible di SMAN 1 Medan, Felix mengaku merasa bangga sekaligus puas terhadap dirinya sendiri. Namun, ia menegaskan bahwa pencapaian tersebut bukanlah akhir dari perjuangan. Ia menyadari bahwa status eligible bukan jaminan mutlak untuk diterima di perguruan tinggi negeri. Oleh karena itu, ia tetap mempersiapkan diri untuk jalur seleksi lainnya.

“Seperti self-reward karena merasa perjuangan selama ini terbayar. Tapi ini bukan akhir dari segalanya. Eligible ini bisa jadi jalan ke PTN, tapi bisa juga sebaliknya. Jadi persiapan UTBK juga harus lebih ditingkatkan, tidak bisa berharap di SNBP saja,” tutur Felix.

Dalam proses belajar mengejar prestasi-prestasinya, Felix mengakui ada tantangan tersendiri, terutama dalam membagi waktu antara kegiatan akademik dan nonakademik. Ia kerap harus izin tidak mengikuti pelajaran di kelas karena mengikuti persiapan lomba. “Kadang ada pelajaran yang tertinggal karena izin lomba, tapi biasanya menghubungi kawan, tanya tugas apa, dan lain-lain,” tuturnya.

Selain itu, ia juga harus mengatur waktu tambahan seperti les, kegiatan akhir pekan, hingga tetap menyisihkan waktu untuk hobi dan berkumpul bersama teman agar tetap seimbang. Felix tak menampik bahwa rasa jenuh kerap muncul di tengah padatnya aktivitas. Bahkan, ada kalanya muncul rasa takut dan keraguan terhadap hasil dari usaha yang dijalani.

Namun, ia memilih untuk tetap fokus melakukan yang terbaik untuk dirinya sendiri. Untuk mengatasi kejenuhan, Felix biasanya meluangkan waktu untuk berkumpul dan berbagi cerita dengan teman-temannya.

Setelah meraih peringkat pertama eligible, Felix berharap dapat lolos ke perguruan tinggi negeri impiannya dan membawa kebanggaan bagi diri sendiri, keluarga, serta sekolah. “Harapannya tentu bisa lolos ke PTN impian, membawa nama baik diri sendiri, keluarga, dan sekolah, serta mendapatkan hal-hal baik ke depannya,” ujarnya.

Felix menegaskan bahwa tujuannya adalah melanjutkan pendidikan ke Fakultas Kedokteran (FK). Untuk SNBP, ia mantap maju dengan pilihan PTN tunggal di luar Pulau Sumatra. (hm27)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN