Thursday, June 4, 2026
home_banner_first
SAHABAT PENDIDIKAN

Kenakalan Pelajar Meningkat, Kacabdisdik Sumut Minta Sekolah Tidak Putuskan Hak Belajar

Mistar.idSelasa, 25 November 2025 14.57
EH
SH
kenakalan_pelajar_meningkat_kacabdisdik_sumut_minta_sekolah_tidak_putuskan_hak_belajar

Foto bersama usai audiensi Wardiksu bersama Kacabdisdik Wilayah I, Selasa (25/11/2025). (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdisdik) Sumatera Utara (Sumut) Wilayah I, David Elton Nainggolan, menegaskan bahwa persoalan kenakalan pelajar harus ditangani dengan mengutamakan hak siswa untuk tetap mendapatkan pendidikan.

David mengungkapkan, dalam kurun waktu kurang dari tiga bulan menjabat, timnya menemukan sejumlah kasus yang cukup mengkhawatirkan di sejumlah SMA dan SMK.

Dari hasil pemeriksaan ponsel siswa, teridentifikasi aplikasi bermuatan pornografi, percakapan yang mengarah pada perundungan, potensi tawuran, hingga paparan paham radikal.

“Karena itu saya mengimbau para kepala sekolah agar tetap mengedepankan hak siswa untuk memperoleh pendidikan, apa pun bentuk pelanggarannya,” ujar David dalam keterangan tertulisnya, Selasa (25/11/2025).

Ia menegaskan, sekalipun sebuah sekolah menjatuhkan sanksi berupa perpindahan ke sekolah lain, hak belajar siswa tidak boleh terputus.

Terkait kejadian kenakalan yang terjadi di luar lingkungan sekolah, David menilai pentingnya membangun jejaring kerja sama lintas sektor. Menurutnya, sekolah tidak bisa bekerja sendiri ketika persoalan berada di luar wilayah kewenangannya.

“Kalau sudah di luar area sekolah, tentu itu bukan domain kita. Maka para kepala SMA dan SMK sudah kami minta agar menjalin kolaborasi dengan banyak pihak, seperti komite sekolah, Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan unsur terkait lainnya,” tuturnya.

David juga menyinggung peran media yang dinilai sangat membantu dalam mendorong transparansi kebijakan pendidikan. Ia menegaskan, pihaknya terbuka terhadap kritik dari wartawan, selama berlandaskan data yang benar.

Cabdisdik Wilayah I saat ini, sebutnya, tengah menguatkan pola pikir jajaran agar lebih sigap menjalankan kebijakan pendidikan yang dicanangkan Gubernur Sumut Bobby Nasution. Salah satu kebijakan itu ialah penerapan lima hari sekolah (Senin–Jumat) bagi SMA, SMK, dan SLB mulai tahun ajaran 2025/2026.

Kebijakan itu dinilai bertujuan menciptakan sistem pendidikan yang lebih manusiawi, berkarakter, dan relevan dengan perkembangan zaman. Dengan libur akhir pekan yang lebih panjang, siswa diharapkan memiliki waktu berkualitas bersama keluarga.

Selain itu, pemerintah provinsi juga mendorong percepatan digitalisasi pendidikan serta peningkatan kompetensi guru melalui program pelatihan dan penyegaran kurikulum.

Sementara itu Ketua Wartawan Pendidikan Sumatera utara (Wardiksu), Vera Sinaga, turut mengapresiasi keterbukaan dan waktu yang diberikan Kacabdisdik Wilayah I untuk audiensi.

“Kami siap bekerja profesional dalam mengawal implementasi kebijakan pendidikan di Sumut agar tetap mengedepankan nilai kemanusiaan dan karakter,” kata Vera. (hm20)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN