Isu MBG Dihentikan Sementara, BGN Medan Beri Klarifikasi

Siswa sedang menyantap MBG. (Foto: Susan/Mistar)
Medan, MISTAR.ID
Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan tidak ada kebijakan penghentian sementara Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Isu penghentian layanan di sejumlah satuan pelayanan disebut hanya terjadi karena kendala teknis pencairan dana melalui sistem Virtual Account (VA), bukan karena program dihentikan.
Kepala Sub Bagian Tata Usaha KPPG Medan BGN, Erdianta Sitepu, menjelaskan mekanisme pencairan dana dilakukan melalui sistem top-up VA yang akan diisi ulang ketika saldo mencapai batas bawah Rp150 juta.
Proses pendataan dilakukan secara berkala, yakni pendataan pada Rabu, verifikasi Kamis, dan top-up dilakukan setiap Jumat.
Ia menyebut, keterlambatan penerimaan dana di sejumlah SPPG terjadi karena pada saat pendataan, saldo masih berada di atas batas minimum sehingga tidak masuk dalam daftar top-up.
“Misalnya pada Senin atau Sabtu tidak ada proses dan seterusnya karena saldo masih berada di atas batas minimum, maka mengalami kendala pada pencairan dana,” katanya, Selasa (9/6/2026).
Erdianta menegaskan, tidak ada kebijakan BGN menghentikan sementara maupun menghentikan program MBG.
“Tidak ada kebijakan BGN untuk menghentikan Program MBG,” tuturnya.
Erdianta juga menyampaikan informasi penghentian sementara layanan yang sempat beredar bukan merupakan kebijakan BGN, melainkan inisiatif di tingkat pelaksana yang tidak sesuai dengan ketentuan pelaporan.
Ia menegaskan, BGN melarang penyebaran informasi operasional melalui media sosial dan seharusnya hanya disampaikan melalui grup WhatsApp internal kepada penerima manfaat.
“Jadi bukan hoaks, hanya teknis pemberitaannya yang salah. Kita sudah berikan arahan supaya tidak melakukan pemberitaan itu, jadi harusnya melalui WhatsApp saja. Karena bukan programnya yang berhenti. Program tetap lanjut,” katanya lagi.
Baca Juga: 9 Gebrabakan Baru Nanik Sudaryati untuk MBG
Menurutnya, kesalahan interpretasi di lapangan menyebabkan informasi tersebut terpublikasi secara luas, padahal tidak semua SPPG menghentikan layanan. Ia menyebut mayoritas dapur layanan tetap beroperasi seperti biasa.
Terkait kondisi di Sumut, Erdianta menyampaikan terdapat sekitar 1.500 SPPG yang berada di bawah koordinasi dengan jumlah yang mengalami keterlambatan pencairan tercatat di bawah 100 unit.
“Kita sekarang lagi mendata kepada para korwil untuk mendata SPPG yang belum mendapatkan proses pencairan. Secara internal mereka sudah bersurat ke kami, dan jumlahnya di bawah 100,” ucapnya.
BGN, kata dia, saat ini masih melakukan pendataan dan verifikasi untuk memastikan seluruh unit segera mendapatkan top-up dana.
“Penghentiannya bukan dari BGN. Tapi karena dana di VA belum diisi. Dan Senin kemarin sudah dilakukan proses top-up,” katanya.
Ia juga menegaskan program MBG tetap menjadi program prioritas pemerintah dan tidak terkait dengan isu pergantian pimpinan BGN.
Menurutnya, program terus berjalan sambil dilakukan perbaikan sistem dan pembinaan terhadap mitra, yayasan, serta SPPG agar distribusi makanan bergizi tetap sesuai standar.
“Biar bagaimana pun ini adalah program prioritas pak presiden. Kita harus dukung, agar makanan yang terdistribusi merupakan makanan yang bergizi dan yang terbaik bagi penerima manfaat,” ujar Erdianta.
Diketahui sebelumnya, beredar flyer yang bertuliskan “Penghentian Sementara Makan Bergizi Gratis” yang akan mulai diberhentikan sejak Jumat, 5 Juni 2026, hingga waktu yang tidak ditentukan. (hm20)
BERITA TERPOPULER
























