Thursday, July 16, 2026
home_banner_first
SAHABAT PENDIDIKAN

Beasiswa MOE Taiwan 2026 Dibuka, Kuliah Gratis S1-S3 Tanpa Wajib Fasih Mandarin

Mistar.idSenin, 25 Mei 2026 pukul 09.11 WIB
beasiswa_moe_taiwan_2026_dibuka_kuliah_gratis_s1s3_tanpa_wajib_fasih_mandarin

Ilustrasi. (foto: Bramcov/Mistar)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Kabar baik bagi pelajar Indonesia yang bercita-cita melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Pemerintah Taiwan kembali membuka Beasiswa MOE 2026 untuk jenjang S1, S2, hingga S3 di berbagai universitas dan jurusan di Taiwan.

Program beasiswa dari Kementerian Pendidikan Taiwan atau Ministry of Education (MOE) ini menawarkan bantuan biaya kuliah serta tunjangan hidup bulanan bagi mahasiswa internasional, termasuk pelajar asal Indonesia.

Menariknya, calon mahasiswa yang belum menguasai bahasa Mandarin tetap memiliki kesempatan besar untuk mendaftar. Sebab, tersedia pilihan program studi berbahasa Inggris serta fasilitas kelas bahasa Mandarin gratis selama masa perkuliahan.

Mengutip laman resmi MOE Taiwan, lembaga tersebut merupakan institusi pemerintah yang mengatur seluruh kebijakan pendidikan di Taiwan. MOE membawahi sejumlah departemen penting, mulai dari pendidikan tinggi, pendidikan vokasi, hingga pendidikan internasional.

Manajer Taiwan Education Center Indonesia di Jakarta, Tirta Amerta Effendi, mengatakan Taiwan Education Center Indonesia dikelola resmi oleh TETO Jakarta bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Taiwan.

Menurut Tirta, saat ini terdapat lebih dari 16 ribu mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Taiwan. Jumlah tersebut terus meningkat seiring tingginya minat pelajar Indonesia terhadap sistem pendidikan Taiwan.

“Pemerintah Taiwan membuka peluang seluas-luasnya bagi pelajar Indonesia untuk kuliah di sana. Banyak program beasiswa yang tersedia, baik program gelar maupun non-gelar,” ujar Tirta, baru-baru ini.

Ia menjelaskan biaya kuliah di Taiwan relatif terjangkau dibanding sejumlah negara tujuan studi lainnya, yakni berkisar Rp20 juta hingga Rp30 juta per semester. Selain itu, banyak universitas menyediakan berbagai skema bantuan pendidikan bagi mahasiswa internasional.

Selain Beasiswa MOE untuk program sarjana hingga doktoral, Taiwan juga menawarkan Huayu Enrichment Scholarship (HES). Program non-gelar tersebut ditujukan bagi pelajar internasional yang ingin mempelajari bahasa Mandarin di Taiwan selama satu tahun.

Melalui program HES, peserta akan memperoleh tunjangan hidup sebesar 28 ribu dolar Taiwan atau sekitar Rp15 juta per bulan. Program ini terbuka bagi umum tanpa syarat kemampuan bahasa Mandarin, dengan ketentuan minimal berusia 18 tahun dan telah lulus SMA.

Tirta menegaskan kemampuan bahasa Mandarin bukan menjadi hambatan utama bagi calon mahasiswa Indonesia. Bagi peserta yang memilih program studi berbahasa Inggris, cukup melampirkan sertifikat kemampuan bahasa Inggris seperti TOEFL ITP atau TOEFL iBT.

“Kalau belum bisa bahasa Mandarin, bisa memilih jurusan yang full menggunakan bahasa Inggris. Namun selama kuliah nanti tetap diwajibkan mengikuti kelas bahasa Mandarin yang disediakan gratis oleh universitas,” katanya.

Ia menambahkan, sejumlah universitas di Taiwan menyediakan kelas bahasa Mandarin mulai dari tingkat pemula sehingga mahasiswa internasional dapat belajar dari dasar.

Beberapa jurusan yang paling diminati mahasiswa Indonesia di Taiwan antara lain teknik, ilmu komputer, bisnis manajemen, hingga hospitality.

Informasi lengkap dapat diakses melalui blog resmi studi di Taiwan maupun akun Instagram resmi Taiwan Education Center Indonesia.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN