270 Siswa Baru Mulai Tempati Asrama SRT 2 Medan

Siswa baru SRT Medan sedang makan siang bersama, Rabu (15/7/2026). (Foto: Susan/Mistar)
Medan, MISTAR.ID – Sebanyak 270 siswa baru Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Kota Medan mulai menempati fasilitas asrama terhitung sejak Senin (13/7/2026).
Sementara siswa angkatan 2025 masih menempati sekolah rakyat rintisan di Kota Medan, yakni SRT 30 Medan dan SRMP 2 Medan.
“Untuk proses perpindahan siswa yang lama yang ada di dua sekolah rintisan, insha Allah mereka akan bergabung ke sini (SRT 2 Medan) tanggal 31 Juli 2026. Jadi seluruhnya nanti akan bermukim dan bersekolah di sekolah rakyat permanent ini,” kata Penanggung Jawab (PIC) Sekolah Rakyat, Wildan Humaedi kepada Mistar, Rabu (15/7/2026).
Sejak Senin, para siswa baru sudah diantarkan langsung oleh orang tuanya masing-masing dan melakukan registrasi, kemudian dilanjutkan dengan tes kesehatan gratis (CKG).
Ia menjelaskan, CKG dilakukan sebagai langkah preventif untuk memastikan semua siswa baru dalam kondisi sehat dan prima agar siap mengikuti seluruh rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan proses belajar mengajar.
Wildan menyebutkan bahwa gedung permanen yang dapat menampung hingga 1.080 siswa tersebut sudah selesai secara fisik. Kendati demikian, beberapa titik masih memerlukan finishing mulai dari area asrama, ruang kelas, kamar mandi hingga prasarana penunjang lainnya.
“Tapi alhamdulillah untuk MPLS bisa kita laksanakan dengan memaksimalkan posisi gedung yang memang sudah siap untuk digunakan. Termasuk juga untuk penginapan 270 siswa baru sudah bisa tinggal di asrama yang sudah disiapkan,” tuturnya lagi.
Untuk mendukung operasional di lahan seluas kurang lebih 6 hektar tersebut, pihak sekolah mengoptimalkan gabungan Sumber Daya Manusia (SDM) dari kedua sekolah rintisan, mulai dari kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, petugas dapur hingga petugas kebersihan.
“Walaupun kami menyadari masih butuh penambahan-penambahan SDM lainnya dalam rangka menunjang pelaksanaan keamanan. Karena lingkungan sekolah ini cukup luas ya sehingga butuh pengamanan yang cukup komprehensif,” ujarnya.
Sementara itu, terkait struktur kepemimpinan sekolah yang mencakup jenjang SD, SMP dan SMA, manajemen saat ini masih mengoptimalkan fungsi dua kepala sekolah yang ada sebagai masa transisi dan menunggu arahan dari kementerian.
“Tapi nanti tetap Kementerian Sosial akan menetapkan organisasi yang lebih finalnya, apakah nanti akan ada kepala sekolah untuk masing-masing jenjang pendidikan. Kita masih menunggu arahan,” tutur Wildan.
Kegiatan MPLS di SRT 2 Kota Medan sendiri resmi dibuka secara serentak pada Selasa (14/7/2026) oleh Menteri Sosial RI melalui siaran langsung dari Sekolah Rakyat di Kota Sragen. (hm20)
PREVIOUS ARTICLE
MTsN 1 Asahan Hentikan Program MBG, Pihak Sekolah Bilang Begini






















