118 Pemakalah dari 28 Kampus Bahas Pertanian Berkelanjutan di Seminar Nasional UHN Medan

Foto bersama usai seminar berlangsung. (foto: Istimewa/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Sebanyak 118 pemakalah dari 28 perguruan tinggi dalam dan luar negeri mempresentasikan hasil riset mereka dalam Seminar Nasional Fakultas Pertanian 2026 yang diselenggarakan Fakultas Pertanian Universitas HKBP Nommensen (UHN) Medan. Forum ilmiah ini menjadi ruang diskusi berbagai gagasan terkait penguatan sektor pertanian untuk mendukung ketahanan pangan nasional.
Kegiatan yang berlangsung secara hybrid di Aula Fakultas Kedokteran lantai 6 UHN Medan, itu mengangkat tema ‘Pertanian Berkelanjutan untuk Mendukung Ketahanan Pangan Nasional Menuju Indonesia Emas 2045’ karena disebut berkaitan erat dengan tantangan yang dihadapi sektor pertanian saat ini.
Dekan Fakultas Pertanian UHN Medan, Dr Hotden L Nainggolan, mengatakan kegiatan ini juga menjadi forum ilmiah yang mempertemukan akademisi, peneliti, mahasiswa, dan praktisi untuk bertukar gagasan sekaligus mempresentasikan temuan penelitian terbaru di bidang pertanian.
“Melalui forum ini diharapkan muncul berbagai gagasan strategis yang dapat memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong pembangunan pertanian yang berkelanjutan di Indonesia,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (14/3/2026).
Hotden juga berharap pertemuan ini dapat memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, peneliti, pemerintah, dan praktisi. Ia menekankan hasil penelitian yang dihasilkan diharapkan tidak berhenti pada publikasi ilmiah saja.
“Harapannya, hasil-hasil penelitian tersebut dapat diimplementasikan dalam pembangunan pertanian yang berkelanjutan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.
Ketua Panitia Seminar Nasional, Yanto Raya Tampubolon, menjelaskan peserta seminar berasal dari 27 perguruan tinggi di dalam negeri serta satu perguruan tinggi luar negeri, yakni University of Malaya, Malaysia. Selain kalangan akademisi, kegiatan ini juga diikuti unsur pemerintah dan lembaga terkait.
Ia menyebutkan sejumlah instansi yang terlibat di antaranya Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Stasiun Klimatologi Kelas I Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sumut serta Bapelitbang Daerah Sumut.
Wakil Dekan I Fakultas Pertanian itu menambahkan, berbagai perguruan tinggi turut berpartisipasi dalam seminar tersebut, di antaranya Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro, Universitas Brawijaya, Universitas Padjadjaran, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Bengkulu, Universitas Sriwijaya, Universitas Andalas, hingga Universitas Sumatera Utara.
Sementara itu, Rektor Universitas HKBP Nommensen Medan, Dr Richard A M Napitupulu, mengapresiasi seminar nasional yang menurutnya penting untuk memperkuat peran perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi.
Perguruan tinggi, sebutnya, memiliki tanggung jawab menghasilkan penelitian yang tidak hanya bersifat akademis, tetapi juga mampu memberikan solusi bagi berbagai persoalan pembangunan. “Termasuk meningkatkan ketahanan pangan dan keberlanjutan sektor pertanian” ucapnya.
Dalam seminar tersebut juga dihadirkan sejumlah pembicara utama. Secara langsung hadir perwakilan Bupati Deli Serdang melalui Pelaksana Tugas Kepala Dinas Ketahanan Pangan, serta perwakilan Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Sumut yang diwakili Sekretaris Dinas Yusfahri Perangin-angin. Selain itu turut tampil Prof Jongkers Tampubolon, Guru Besar Fakultas Pertanian UHN Medan.
Sementara pembicara yang hadir secara daring antara lain Dekan Fakultas Pertanian Universitas Jember, Prof M Rondhi yang membahas isu konversi lahan pertanian sebagai tantangan dalam mewujudkan pertanian berkelanjutan.
Kemudian Dekan Fakultas Pertanian Universitas Sam Ratulangi, Prof Dedie Tooy, memaparkan mengenai peningkatan nilai tambah hasil pertanian dan turunannya menuju ketahanan pangan nasional. Serta Guru Besar Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Edi Santoso, yang mengulas strategi pertanian berkelanjutan dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
BERITA TERPOPULER























