Qatar vs Swiss 1-1: Gol Dramatis Khoukhi di Menit 90+4 Gagalkan Kemenangan Nati di Piala Dunia 2026

Ilustrasi, Qatar vs Swiss 1-1: Gol Dramatis Khoukhi di Menit 90+4 Gagalkan Kemenangan Nati di Piala Dunia 2026. (foto:fotmob/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Qatar mencuri satu poin berharga pada laga pembuka Grup B Piala Dunia 2026 setelah menahan imbang Swiss dengan skor 1-1 di Stadion San Francisco Bay Area, Santa Clara, Minggu (14/6/2026) pagi WIB.
Tim berjuluk The Maroons nyaris pulang tanpa poin setelah tertinggal lebih dulu lewat gol penalti Breel Embolo pada babak pertama. Namun, semangat juang Qatar hingga detik terakhir berbuah manis ketika kapten tim, Boualem Khoukhi, mencetak gol penyama kedudukan pada menit keempat masa injury time.
Hasil ini membuat seluruh tim di Grup B mengoleksi satu poin setelah sebelumnya Kanada dan Bosnia-Herzegovina juga bermain imbang 1-1.
Swiss Dominan, Qatar Bertahan dengan Disiplin
Sejak peluit awal dibunyikan, Swiss langsung menunjukkan status mereka sebagai unggulan grup. Tim asuhan Murat Yakin tampil dominan dengan penguasaan bola yang mencapai lebih dari 80 persen pada fase-fase awal pertandingan.
Meski demikian, peluang pertama justru dimiliki Qatar. Pada menit ketiga, Edmilson Junior berhasil memanfaatkan kesalahan lini belakang Swiss dan berhadapan langsung dengan Gregor Kobel. Namun, penyelesaian akhirnya masih mampu digagalkan sang kiper.
Swiss merespons dengan serangan bertubi-tubi. Dan Ndoye beberapa kali mendapatkan peluang emas, termasuk saat menerima umpan matang Ricardo Rodriguez di depan gawang. Namun, penyelesaian akhirnya masih jauh dari sasaran.
Tekanan tanpa henti akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-17. Remo Freuler dijatuhkan kiper Mahmoud Abunada di dalam kotak penalti saat berusaha menyambut umpan sundulan Breel Embolo.
Setelah mendapat konfirmasi VAR, wasit menunjuk titik putih. Embolo yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna untuk membawa Swiss unggul 1-0.
Abunada Jadi Tembok Kokoh Qatar
Setelah unggul, Swiss terus mengendalikan permainan dan menciptakan banyak peluang berbahaya.
Namun, Qatar memiliki sosok Mahmoud Abunada di bawah mistar gawang. Meski sempat melakukan kesalahan yang berujung penalti, kiper berusia 24 tahun itu tampil luar biasa sepanjang pertandingan.
Abunada menggagalkan sejumlah peluang emas dari Dan Ndoye, Ruben Vargas, Denis Zakaria, hingga Michel Aebischer. Penyelamatan demi penyelamatan yang dilakukannya membuat Qatar tetap berada dalam pertandingan meski terus ditekan.
Pada akhir babak pertama, Swiss bahkan nyaris menggandakan keunggulan. Akan tetapi, kombinasi penyelamatan Abunada dan sapuan lini belakang Qatar di garis gawang berhasil menjaga skor tetap 1-0.
Ketajaman Swiss Hilang di Babak Kedua
Memasuki babak kedua, pola permainan tidak banyak berubah. Swiss tetap mendominasi penguasaan bola dan mengontrol ritme pertandingan melalui Granit Xhaka di lini tengah.
Meski berhasil menghasilkan total 22 tembakan sepanjang laga, efektivitas menjadi masalah utama tim berjuluk Nati tersebut.
Embolo hampir mencetak gol kedua pada menit ke-76 saat menerima umpan terobosan Johan Manzambi. Namun, sontekannya hanya melebar tipis dari tiang gawang.
Peluang demi peluang terus terbuang. Situasi itu membuat keunggulan satu gol Swiss tetap rapuh hingga memasuki menit-menit akhir pertandingan.
Khoukhi Cetak Gol Bersejarah di Menit 90+4
Saat banyak pihak memperkirakan Swiss akan mengamankan kemenangan, Qatar justru menciptakan kejutan besar.
Pada menit 90+4, Ahmed El Amin mendapatkan ruang di sisi kiri pertahanan Swiss. Bek kiri Qatar itu kemudian melepaskan umpan silang terukur ke area tiang jauh.
Boualem Khoukhi yang maju membantu serangan berhasil memenangkan duel udara melawan Miro Muheim sebelum melepaskan sundulan keras ke sudut kanan atas gawang Gregor Kobel.
Gol tersebut langsung memecah kegembiraan para pendukung Qatar yang memenuhi stadion. Skor berubah menjadi 1-1 dan bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Bagi Qatar, gol itu tidak hanya menghasilkan satu poin, tetapi juga menjadi simbol ketangguhan mental setelah sepanjang laga berada di bawah tekanan.
Fakta Menarik Qatar vs Swiss
1. Qatar Raih Poin Pertama di Piala Dunia 2026
Hasil imbang ini menjadi poin pertama Qatar pada putaran final Piala Dunia 2026 sekaligus membuka peluang mereka untuk bersaing memperebutkan tiket ke fase gugur.
2. Swiss Unggul Jauh dalam Statistik
Swiss mencatatkan 3,24 expected goals (xG) dibandingkan Qatar yang hanya menghasilkan 0,76 xG, menunjukkan dominasi besar yang gagal dikonversi menjadi kemenangan.
3. Embolo Terus Tajam di Turnamen Besar
Gol ke gawang Qatar membuat Breel Embolo kembali menegaskan reputasinya sebagai salah satu penyerang paling produktif Swiss di ajang internasional.
4. Abunada Jadi Pembeda
Selain penalti yang menyebabkan gol Swiss, Abunada tampil impresif dengan sejumlah penyelamatan krusial yang menjaga peluang Qatar hingga akhir laga.
5. Starting XI Tertua Swiss di Piala Dunia
Rata-rata usia pemain inti Swiss mencapai 30 tahun 86 hari, menjadi susunan starter tertua dalam sejarah penampilan mereka di Piala Dunia.
Qatar Efektif, Swiss Kehilangan Momentum
Hasil akhir pertandingan ini memperlihatkan kontras yang jelas antara efektivitas dan dominasi.
Swiss tampil lebih baik hampir di semua aspek permainan. Mereka menguasai bola, menciptakan lebih banyak peluang, serta mendikte jalannya pertandingan selama 90 menit.
Namun, kegagalan memanfaatkan sederet peluang emas membuat mereka harus membayar mahal.
Sebaliknya, Qatar menunjukkan karakter kuat dengan tetap disiplin bertahan dan tidak kehilangan fokus hingga menit terakhir. Kesempatan terbaik yang mereka miliki mampu dimaksimalkan melalui sundulan Khoukhi yang menjadi salah satu momen paling dramatis pada fase awal Piala Dunia 2026.
Kini, persaingan Grup B semakin terbuka. Swiss akan menghadapi Bosnia-Herzegovina pada laga berikutnya, sementara Qatar ditantang tuan rumah bersama Kanada dalam pertandingan yang berpotensi menentukan nasib kedua tim di turnamen ini.
(fotmob/ai/hm27)
BERITA TERPOPULER



















