Jelang Laga Semifinal, Pelatih Spanyol Akui Prancis Kini Lebih Kuat

Pelatih Timnas Spanyol, Luis de la Fuente. (foto: AFP/Mistar)
Jakarta, MISTAR.ID – Pelatih Timnas Spanyol, Luis de la Fuente, menilai Prancis telah mengalami perkembangan signifikan menjelang pertemuan kedua tim pada semifinal Piala Dunia 2026. Duel sengit tersebut dijadwalkan berlangsung di AT&T Stadium, Arlington, Rabu (15/7/2026) dini hari WIB.
Spanyol memiliki catatan positif saat menghadapi Prancis dalam dua pertemuan terakhir. Pada semifinal Euro 2024, La Furia Roja bangkit dari ketertinggalan untuk menang 2-1 melalui gol Lamine Yamal dan Dani Olmo, setelah sebelumnya kebobolan oleh Randal Kolo Muani.
Setahun kemudian, kedua tim kembali bertemu di semifinal UEFA Nations League 2025. Dalam laga penuh drama yang menghasilkan sembilan gol, Spanyol akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor tipis 5-4.
Meski demikian, De la Fuente menegaskan Les Bleus saat ini bukan lagi tim yang sama seperti pada dua pertemuan sebelumnya. Menurutnya, kualitas individu maupun permainan kolektif Prancis telah meningkat.
"Prancis sekarang jauh lebih baik dibandingkan saat kami menghadapi mereka sebelumnya," ujar De la Fuente, dikutip dari ESPN.
Ia secara khusus menyoroti peningkatan performa sejumlah pemain bintang Prancis. "Kylian Mbappe tampil lebih baik, Ousmane Dembele juga berkembang. Secara keseluruhan mereka menjadi tim yang lebih kuat. Namun kami juga terus mengalami kemajuan," katanya.
De la Fuente mengatakan tim pelatih telah mempelajari permainan Prancis secara mendalam. Ia menilai lawannya memiliki kualitas yang sangat tinggi, tetapi yakin Spanyol juga memiliki kemampuan untuk bersaing.
"Kami telah menganalisis permainan mereka dengan sangat cermat. Kualitas sepak bola yang mereka miliki luar biasa, tetapi kami juga memiliki kekuatan sendiri," ucapnya.
Pelatih berusia 65 tahun itu menambahkan, kunci menghadapi Prancis adalah membatasi ruang gerak para pemain cepat mereka serta memutus koneksi antarlini agar tidak mampu mengembangkan permainan.
"Target kami adalah mencegah mereka berlari dengan leluasa, memutus hubungan antarpemain, dan sebisa mungkin mengurangi efektivitas kekuatan mereka. Itulah bagian dari sepak bola," tuturnya.
PREVIOUS ARTICLE
Cubarsi Tak Gentar Hadapi Mbappe di Semifinal Piala Dunia 2026























