Saturday, June 20, 2026
home_banner_first
PIALA DUNIA 2026

Ekuador Kontra Curacao: Duel Hidup Mati Demi Menjaga Napas di Piala Dunia 2026

Mistar.idSabtu, 20 Juni 2026 19.29
journalist-avatar-top
_ekuador_kontra_curacao_duel_hidup_mati_demi_menjaga_napas_di_piala_dunia_2026

Grafik ilustrasi pertandingan penyisihan Grup E Piala Dunia 2026 antara Ekuador melawan Curacao yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Arrowhead, Kansas City, Missouri, Amerika Serikat, Sabtu (20/6/2026) waktu setempat. ANTARA INFOGRAFIK/Vintan Rahmadanti

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Ekuador dan Curacao siap saling sikut demi mengamankan poin perdana dalam laga hidup-mati Grup E Piala Dunia 2026 di Stadion GEHA Field at Arrowhead, Minggu (21/6/2026) pagi WIB.

Setelah sama-sama terjungkal di laga pembuka, kemenangan menjadi harga mati bagi kedua tim guna menjaga napas dan asa melaju ke babak 32 besar.

Pertandingan itu penting bagi kedua tim setelah sama-sama menelan kekalahan pada laga pembuka. Ekuador takluk 0-1 dari Pantai Gading, sedangkan Curacao kalah telak 1-7 dari Jerman. Hasil itu membuat keduanya membutuhkan kemenangan untuk menjaga peluang melaju ke babak selanjutnya.

Pelatih Ekuador Sebastian Beccacece menegaskan timnya tidak boleh memandang Curacao sebelah mata meski lawannya baru saja kalah besar dari Jerman. Dia mengingatkan bahwa Ekuador bukan Jerman dan pertandingan tetap harus dimenangi melalui kerja keras di lapangan.

Beccacece menyebut Ekuador perlu tampil dengan konsentrasi penuh, disiplin secara taktik, serta mengambil keputusan dengan tepat sepanjang pertandingan. Dia pun ingin para pemainnya untuk mewaspadai kemampuan Curacao dalam melakukan transisi permainan.

Bagi Ekuador, laga ini menjadi kesempatan untuk bangkit setelah catatan tak terkalahkan panjang mereka terhenti pada pertandingan pertama.

Kemenangan atas Curacao akan membuka kembali peluang La Tri sebelum menghadapi laga berat melawan Jerman pada pertandingan terakhir fase grup.

Sementara itu, Curacao datang dengan misi memperbaiki penampilan setelah menjalani debut pahit di Piala Dunia. Meski kalah telak dari Jerman, Curacao tetap mencatat sejarah sebagai negara terkecil yang pernah tampil di putaran final Piala Dunia, dengan populasi sekitar 156.000 jiwa.

Pelatih Curacao Dick Advocaat menyebut kehadiran timnya di Piala Dunia sudah menjadi pencapaian besar bagi negara Karibia tersebut. Namun, Curacao tetap dituntut tampil lebih kompetitif untuk menjaga peluang mereka di Grup E.

Secara kualitas dan pengalaman, Ekuador lebih diunggulkan. Namun tekanan juga berada di pihak wakil Amerika Selatan tersebut karena kekalahan kedua dapat membuat langkah mereka ke fase gugur semakin berat.

Dalam format baru Piala Dunia 2026, dua tim teratas dari setiap grup akan lolos langsung ke babak 32 besar. Mereka akan ditemani delapan tim peringkat ketiga terbaik dari 12 grup yang ada.

Dengan kondisi itu, laga Ekuador kontra Curacao tidak hanya menjadi perebutan poin pertama, tetapi juga momentum untuk menjaga napas kedua tim dalam persaingan Grup E.(antara)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN