Friday, July 3, 2026
home_banner_first
PIALA DUNIA 2026

Balogun Kartu Merah, Amerika Serikat Tetap Tumbangkan Bosnia 2-0 dan Tantang Belgia di 16 Besar Piala Dunia 2026

Mistar.idKamis, 2 Juli 2026 pukul 22.48 WIB
balogun_kartu_merah_amerika_serikat_tetap_tumbangkan_bosnia_20_dan_tantang_belgia_di_16_besar_piala_dunia_2026

Tim Nasional Amerika Serikat yang menumbangkan Bosnia 2-0 dan Tantang Belgia di 16 Besar Piala Dunia 2026. (foto:gettyimage via fotmob/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID – Amerika Serikat membuktikan diri sebagai salah satu tim yang layak diperhitungkan di Piala Dunia FIFA 2026. Bermain di hadapan puluhan ribu pendukungnya di Stadion Levi's, Santa Clara, California, Kamis (2/7/2026) pagi WIB, tim asuhan Mauricio Pochettino menyingkirkan Bosnia dan Herzegovina dengan skor 2-0 pada babak 32 besar.

Kemenangan itu terasa semakin spesial karena The Stars and Stripes harus menyelesaikan lebih dari seperempat pertandingan dengan 10 pemain setelah Folarin Balogun diganjar kartu merah pada babak kedua.

Meski sempat diterpa kontroversi VAR, tuan rumah tetap mampu menjaga kendali permainan dan mengamankan tiket ke babak 16 besar untuk menghadapi Belgia.

Balogun Pecah Kebuntuan Setelah Dominasi Panjang Amerika Serikat

Sejak menit awal, Amerika Serikat langsung mengambil inisiatif serangan. Christian Pulisic, Malik Tillman, dan Weston McKennie menjadi motor permainan yang terus menekan lini pertahanan Bosnia-Herzegovina.

Bosnia sebenarnya sempat mengancam lebih dulu melalui Ermedin Demirovic pada menit ke-10. Namun peluang tersebut berhasil diamankan Matt Freese dan menjadi satu dari sedikit kesempatan berbahaya yang dimiliki tim berjuluk Golden Lilies sepanjang pertandingan.

Selebihnya, laga berjalan dalam kontrol penuh Amerika Serikat. Mereka mendominasi penguasaan bola, memaksa Bosnia bertahan jauh di wilayah sendiri, sekaligus memenangi duel-duel penting di lini tengah.

Setelah gol Balogun pada menit ke-31 dianulir karena offside, kebuntuan akhirnya pecah tepat menjelang turun minum.

Pada menit ke-45, Malik Tillman mengirim umpan ke area berbahaya yang sempat membentur dua pemain Bosnia. Bola liar kemudian mengarah ke Balogun yang lolos dari kawalan. Penyerang AS Monaco itu tak menyia-nyiakan peluang dan dengan tenang menaklukkan Nikola Vasilj dalam situasi satu lawan satu.

Gol tersebut menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0 bagi Amerika Serikat yang tampil dominan dalam hampir seluruh aspek permainan.

Kartu Merah Balogun Picu Kontroversi

Laga berubah drastis pada menit ke-64 ketika Balogun terlibat benturan dengan Tarik Muharemovic dalam perebutan bola.

Awalnya pertandingan berjalan normal, namun wasit kemudian dipanggil untuk meninjau tayangan ulang melalui Video Assistant Referee (VAR). Setelah melihat monitor di sisi lapangan, wasit memutuskan mengubah keputusan awal dan mengeluarkan kartu merah langsung kepada Balogun karena dianggap melakukan pelanggaran serius.

Keputusan itu langsung memantik perdebatan. Sejumlah pengamat pertandingan dan komentator menilai insiden tersebut lebih tepat diganjar kartu kuning karena tidak terlihat adanya unsur kesengajaan dari sang striker.

Terlepas dari kontroversi tersebut, Amerika Serikat dipaksa mengubah pendekatan permainan. Dengan kehilangan satu pemain, fokus beralih pada disiplin bertahan dan memanfaatkan transisi cepat ketika memperoleh ruang.

Malik Tillman Menutup Perlawanan Bosnia

Keunggulan jumlah pemain ternyata gagal dimanfaatkan Bosnia-Herzegovina.

Sebaliknya, Amerika Serikat tetap tampil tenang dan terorganisasi. Tyler Adams serta Weston McKennie bekerja tanpa lelah menjaga keseimbangan lini tengah, sementara Tim Ream dan Chris Richards sukses meredam setiap upaya serangan lawan.

Gol yang memastikan kemenangan akhirnya lahir pada menit ke-82.

Berawal dari pelanggaran di depan kotak penalti, Malik Tillman maju sebagai eksekutor tendangan bebas. Gelandang serang yang sedang menikmati performa terbaiknya itu melepaskan sepakan melengkung yang melewati pagar hidup sebelum bersarang di sudut gawang Bosnia.

Nikola Vasilj sempat menyentuh bola, tetapi arah tendangan terlalu akurat untuk dihentikan.

Gol indah tersebut sekaligus mengakhiri harapan Bosnia-Herzegovina untuk menyelamatkan pertandingan. Hingga peluit panjang dibunyikan, mereka gagal mencetak gol balasan dan harus mengakhiri perjalanan bersejarah di Piala Dunia 2026.

Tillman Jadi Pembeda

Di tengah sorotan yang mengarah kepada Balogun, sosok Malik Tillman justru tampil sebagai pembeda sesungguhnya.

Pemain berusia 24 tahun itu menjadi pusat kreativitas serangan Amerika Serikat sepanjang laga. Pergerakannya di antara lini membuat Bosnia kesulitan menjaga struktur pertahanan, sementara visi bermainnya beberapa kali membuka ruang bagi rekan-rekannya.

Puncaknya tentu hadir melalui gol tendangan bebas yang memastikan kemenangan sekaligus mengukuhkan statusnya sebagai salah satu pemain paling berpengaruh Amerika Serikat di turnamen ini.

Modal Besar Hadapi Belgia

Kemenangan atas Bosnia mengantar Amerika Serikat ke babak 16 besar untuk kali keempat secara beruntun. Namun ujian yang lebih berat sudah menanti.

Belgia akan menjadi lawan berikutnya dalam duel yang diprediksi berlangsung ketat. Di atas kertas, Setan Merah masih memiliki pengalaman dan kualitas individu yang lebih matang. Namun performa Amerika Serikat sepanjang turnamen menunjukkan bahwa mereka bukan lagi sekadar tim pelengkap.

Gaya bermain agresif ala Mauricio Pochettino, dukungan publik tuan rumah, serta kepercayaan diri yang terus meningkat membuat The Stars and Stripes memiliki alasan kuat untuk bermimpi melangkah lebih jauh.

Meski demikian, perhatian kini tertuju pada nasib Balogun. Jika kartu merah tersebut tidak dibatalkan melalui proses banding, Amerika Serikat berpotensi kehilangan salah satu senjata utamanya saat menghadapi Belgia dalam laga hidup-mati menuju perempat final Piala Dunia 2026.

Fakta Menarik Pertandingan

Amerika Serikat untuk keempat kalinya secara beruntun lolos ke babak 16 besar Piala Dunia.

Gol Folarin Balogun menjadi gol kesembilan Amerika Serikat sepanjang Piala Dunia 2026, jumlah terbanyak yang pernah dicatatkan mereka dalam satu edisi turnamen.

Bosnia-Herzegovina mengakhiri penampilan terbaik mereka di Piala Dunia setelah untuk pertama kalinya berhasil menembus fase gugur.

Kartu merah Balogun menjadi salah satu keputusan VAR paling kontroversial pada fase knockout Piala Dunia 2026 sejauh ini.

Malik Tillman mencatatkan kontribusi langsung dalam dua momen krusial pertandingan, yakni proses terciptanya gol pertama dan gol tendangan bebas yang mengunci kemenangan Amerika Serikat.

(fotmob/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN