Saturday, June 20, 2026
home_banner_first
PIALA DUNIA 2026

Amerika Serikat vs Australia, Pochettino: Saya Khawatir dengan Serangan Lawan

Mistar.idSabtu, 20 Juni 2026 00.08
journalist-avatar-top
amerika_serikat_vs_australia_pochettino_saya_khawatir_dengan_serangan_lawan

Mauricio Pochettino. (foto: getty images/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Pelatih Tim Nasional Amerika Serikat, Mauricio Pochettino, mengaku mewaspadai kekuatan Australia jelang pertemuan kedua tim pada laga Grup D Piala Dunia 2026 di Stadion Lumen Field, Sabtu dini hari.

Menurut Pochettino, Australia bukan hanya memiliki organisasi permainan yang rapi, tetapi juga mampu melakukan transisi menyerang dengan sangat cepat setelah merebut bola dari lawan.

Amerika Serikat mengincar kemenangan kedua secara beruntun setelah sebelumnya mengalahkan Paraguay 4-1 pada laga pembuka. Jika berhasil menundukkan Australia, tim berjuluk The Yanks itu dipastikan melangkah ke babak gugur.

Namun, Pochettino menilai Australia akan menjadi ujian yang tidak mudah. Socceroos datang dengan modal kemenangan 2-0 atas Turki dan menunjukkan performa solid, terutama saat bertahan dan melancarkan serangan balik.

“Mereka tim yang sangat agresif dan terorganisasi dengan baik. Kami melihat Turki kesulitan menciptakan peluang berbahaya saat menghadapi mereka. Ketika merebut bola, mereka bisa langsung menyerang dengan sangat cepat,” ujar Pochettino dalam konferensi pers jelang pertandingan.

Mantan pelatih Tottenham Hotspur dan Paris Saint-Germain itu juga memberikan pujian kepada pelatih Australia, Tony Popovic. Ia menilai Popovic berhasil membangun karakter dan kepercayaan diri yang kuat dalam skuadnya.

“Saya sangat menghormati dan mengaguminya. Australia memiliki mentalitas yang kuat dan selalu percaya dengan cara bermain mereka. Tim seperti itu selalu sulit dihadapi,” katanya.

Pada laga sebelumnya, strategi tekanan tinggi yang diterapkan Amerika Serikat terbukti efektif saat menghadapi Paraguay. Pendekatan tersebut membuat mereka mampu merebut bola lebih cepat dan membatasi peluang serangan lawan.

Meski demikian, Pochettino menyadari Australia memiliki sejumlah pemain cepat yang berbahaya saat mendapatkan ruang terbuka, seperti Jordan Bos, Nestory Irankunda, dan Mohamed Toure.

Sementara itu, kondisi Christian Pulisic masih menjadi perhatian menjelang pertandingan. Situasi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai seberapa agresif Amerika Serikat akan menerapkan pressing tinggi saat menghadapi Australia.

Pochettino menegaskan timnya tetap akan bermain sesuai identitas yang telah dibangun sepanjang turnamen.

“Kami tampil baik saat menekan lawan, membangun serangan dari belakang, maupun ketika harus bertahan. Kami akan tetap mencoba menekan, tetapi juga memahami bahwa Australia memiliki variasi permainan, termasuk umpan-umpan panjang yang terencana dengan baik,” ucapnya.

Menurut Pochettino, umpan panjang yang dimainkan Australia bukan sekadar mengirim bola ke depan, melainkan bagian dari strategi yang sudah dipersiapkan secara matang untuk memanfaatkan kecepatan para pemain mereka.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN