Wednesday, August 5, 2026
home_banner_first
OLAHRAGA

Yordania Tuding FIFA Lakukan Pemerasan, Soroti Visa hingga Dana Hadiah

Mistar.idRabu, 5 Agustus 2026 pukul 09.13 WIB
yordania_tuding_fifa_lakukan_pemerasan_soroti_visa_hingga_dana_hadiah

FIFA. (foto: getty images/mistar)

news_banner

Amman, MISTAR.ID – Asosiasi Sepakbola Yordania (JFA) melontarkan kritik keras terhadap FIFA. Presiden JFA, Ali bin Al Hussein, bahkan menuding badan sepak bola dunia itu melakukan tindakan yang ia sebut sebagai bentuk pemerasan.

Melalui unggahan di akun X miliknya dilihat, Rabu (5/8/2026), Ali membeberkan sejumlah persoalan yang menurutnya dialami JFA dalam berhubungan dengan FIFA.

Salah satu yang disoroti adalah kesulitan yang dihadapi suporter Yordania untuk memperoleh visa masuk ke Amerika Serikat saat Piala Dunia 2026, meski telah memiliki tiket pertandingan secara resmi.

"Pertama, membawa para pendukung kami ke Amerika Serikat: tidak semua di antaranya mendapat visa, meskipun mereka sudah memiliki tiket yang kami tahu juga dijual dengan harga sangat mahal," tulis Ali.

Selain itu, Ali mengungkapkan JFA harus menanggung beban pajak yang dikenakan pemerintah Amerika Serikat melalui mekanisme FIFA selama tim bermarkas di negara tersebut pada Piala Dunia 2026. Menurutnya, kondisi itu berbeda dengan tim yang bermarkas di Kanada maupun Meksiko.

Ia menilai dana yang seharusnya digunakan untuk kebutuhan pemain dan staf justru terserap untuk membayar kewajiban pajak akibat lokasi pemusatan tim di AS. Ali juga mengeluhkan belum diterimanya hadiah uang atas pencapaian Yordania sebagai runner-up Piala Arab 2025 yang berlangsung di Qatar pada Desember lalu.

"Kami telah menunggu hadiah untuk para pemain sejak Desember. Tim kami mencapai final, tetapi hingga kini dana tersebut belum juga dibayarkan, sementara FIFA terus membanggakan besarnya cadangan dana yang mereka miliki," ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Ali mengaku mendapat isyarat bahwa dukungan kepada Presiden FIFA, Gianni Infantino, akan mempermudah penyelesaian berbagai persoalan yang dihadapi JFA. Ia menilai hal tersebut sebagai bentuk tekanan yang tidak dapat diterima.

"Masalah sebenarnya adalah kepemimpinan. Selama berbulan-bulan FIFA tidak membantu kami, hingga akhirnya saya diberi tahu secara lisan saat Piala Dunia bahwa jika saya mendukung Infantino, itu akan sangat membantu asosiasi kami," katanya.

Ali menegaskan JFA tidak akan mengubah sikapnya. "Kami di Yordania menjunjung tinggi nilai-nilai etika. Kami tidak pernah mendukungnya sebelumnya dan tidak akan melakukannya sekarang. Kami menganggap situasi ini sebagai bentuk pemerasan dan menolak tunduk pada tekanan tersebut," ucapnya.

Pernyataan JFA menambah daftar asosiasi sepak bola yang secara terbuka menyatakan tidak mendukung Gianni Infantino. Sebelumnya, asosiasi sepak bola Inggris, Wales, Finlandia, dan Swedia juga telah menarik dukungan terhadap Presiden FIFA tersebut.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN