Monday, August 24, 2026
home_banner_first
OLAHRAGA

Timo Scheunemann Angkat Bicara Usai Timnas Putri U16 Kalah dari Tailan

Mistar.idSenin, 24 Agustus 2026 pukul 13.02 WIB
timo_scheunemann_angkat_bicara_usai_timnas_putri_u16_kalah_dari_tailan

Pelatih Kepala Garuda Pertiwi, Timo Scheunemann, dan pemainnya, Shifana Rizka Nadhifa, saat konferensi pers jelang Srikandi Merdeka Cup 2026 di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Kamis (13/8/2026). (Foto: Bola.com/Srikandi Merdeka Cup)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID – Pelatih Timnas Putri U16 Indonesia Garuda Pertiwi, Timo Scheunemann, angkat bicara setelah timnya kalah dari Tailan pada final Srikandi Merdeka Cup 2026.

Pertandingan Timnas Putri U16 Indonesia Garuda Pertiwi melawan Thailand berlangsung di Supersoccer Arena, Rendeng, Kudus, Jawa Tengah, Minggu (24/8/2026) malam WIB.

Pada laga final tersebut, Timnas Putri U16 Indonesia Garuda Pertiwi kalah 0-1 dari Thailand. Gol tunggal kemenangan tim tamu dicetak Kawinthida Kikuntod pada menit ke-23.

Hasil tersebut membuat Timnas Putri U16 Indonesia Garuda Pertiwi harus puas menjadi runner-up. Sementara itu, Thailand berhak membawa pulang trofi juara setelah gol Kawinthida Kikuntod tidak mampu dibalas.

Seusai laga, pelatih kelahiran Kediri tersebut menyampaikan rasa syukurnya karena seluruh anak asuhnya mampu menyelesaikan kompetisi tanpa mengalami cedera serius.

"Syukur kita bisa melalui turnamen ini tanpa ada yang cedera," katanya dalam konferensi pers di Supersoccer Arena, Rendeng, Kudus, Jawa Tengah, dialnsir dari Kompas.com.

Ia mengungkapkan bahwa keterbatasan kedalaman tim menjadi tantangan tersendiri bagi Indonesia dalam mengarungi turnamen ini.

"Kita kedalaman timnya agak kurang karena memang konsekuensi dari memecah jadi dua tim di turnamen ini," ujarnya.

Meski demikian, Timo tetap mengapresiasi daya juang serta kekuatan mental para pemain skuad Garuda Pertiwi yang sanggup melakoni jadwal pertandingan yang sangat padat.

"Tapi intinya mereka enggak ada yang cedera itu sudah luar biasa. Mereka bisa berjuang, main lima kali dalam sepuluh hari itu tidak mudah, untuk pemain profesional saja susah banget,” tuturnya.

"Apalagi umur cewek umur 14, 15, 16 tahun. Butuh mental yang luar biasa, butuh jiwa pejuang. Dan itu mereka tunjukkan hari ini juga lawan Thailand. Jadi walaupun capek, meeka berjuang, mereka sudah kasih seratus persen," lanjutnya.

Saat disinggung mengenai ambisi melatih tim nasional senior di masa mendatang, pelatih keturunan Jerman itu dengan tegas menyatakan memilih untuk tetap berada di jalur pembinaan usia muda.

"Enggak ada tanggapan. Saya inginnya melatih yang muda jadi gatekeeper-lah. Karena itu enggak ada yang kenal pelatih (Timnas Putri) U17," ucap pelatih kelahiran Kediri itu.

"Kalau (Timnas Putri) U20 masih mau sih, tapi di atas itu enggak mau. Karena saya maunya membina, menciptakan pemain," lanjutnya.

Timo menegaskan passion terbesarnya adalah menemukan serta mengorbitkan talenta-talenta muda untuk kemajuan sepak bola nasional.

"Jiwa saya dan saya sudah lakukan seperti saya sudah pernah bilang, di depan layar ataupun di belakang layar, setiap generasi ada pemain saya yang di timnas cowok, ya sekarang cewek," ujarnya. (Kompas)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN