Tuesday, August 4, 2026
home_banner_first
OLAHRAGA

Preview Olympiacos vs NEC: Ujian Eropa di Tengah Modal Pramusim Buruk

Mistar.idSelasa, 4 Agustus 2026 pukul 17.49 WIB
preview_olympiacos_vs_nec_ujian_eropa_di_tengah_modal_pramusim_buruk_

Ilustrasi. (foto: nano banana/mistar

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Olympiacos dan NEC Nijmegen sama-sama datang dengan modal kurang meyakinkan ketika berhadapan pada leg pertama putaran ketiga kualifikasi Liga Champions di Stadio Georgios Karaiskakis, Rabu (5/8/2026) dini hari WIB.

Tim asuhan Jose Luis Mendilibar mengalami tiga kekalahan beruntun dalam laga pramusim sebelum menjalani pertandingan resmi perdana musim ini. Sementara itu, NEC Nijmegen juga tiba di Piraeus dengan catatan kurang positif setelah menelan dua kekalahan berturut-turut.

Meski hasil pramusim tidak selalu menjadi tolok ukur kekuatan sebuah tim, performa Olympiacos dalam beberapa pertandingan terakhir belum menunjukkan tanda-tanda meyakinkan.

Setelah mengawali persiapan dengan dua kemenangan dan satu hasil imbang, klub berjuluk The Red-Whites itu harus menerima tiga kekalahan beruntun dari Ajax, Antwerp, dan AZ Alkmaar.

Selain hasil tersebut, lini pertahanan menjadi perhatian utama bagi Mendilibar. Olympiacos gagal mencatatkan clean sheet dalam seluruh laga pramusim, bahkan ketika mereka masih belum terkalahkan pada awal persiapan.

Olympiacos sebelumnya meraih kemenangan atas Rakow (2-1) dan Fortuna Sittard (3-1), serta bermain imbang 1-1 melawan Leuven. Namun, setelah itu mereka kalah tanpa mencetak gol saat menghadapi Ajax dan Antwerp.

Mendilibar setidaknya bisa sedikit lega setelah timnya kembali menemukan ketajaman di lini depan dengan mencetak dua gol saat kalah 3-2 dari AZ Alkmaar pada akhir Juli lalu.

Setelah mencapai babak playoff Liga Champions musim lalu, target utama Olympiacos adalah kembali menembus fase liga. Namun, mereka harus melewati dua babak kualifikasi untuk tampil di kompetisi utama Eropa tersebut. Olympiacos terakhir kali menjalani jalur serupa pada musim 2014-15 dan 2015-16.

Di sisi lain, NEC Nijmegen memasuki kualifikasi Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah klub dengan modal pramusim yang belum memuaskan.

Klub asal Nijmegen itu hanya meraih dua kemenangan dari tujuh pertandingan persiapan, menelan empat kekalahan, dan datang ke Yunani setelah kalah beruntun dari Elversberg serta Sevilla.

Meski demikian, karakter menyerang yang diterapkan pelatih Dick Schreuder tetap terlihat. NEC selalu kebobolan dalam tujuh laga pramusim, tetapi mereka juga mampu mencetak gol dalam enam pertandingan di antaranya.

Gaya bermain ofensif tersebut sudah terlihat sepanjang musim 2025-26. NEC mencetak 77 gol di Eredivisie, hanya kalah dari PSV Eindhoven yang mengoleksi 101 gol. Namun, mereka juga kebobolan 53 kali, jumlah terbanyak di antara tiga tim teratas klasemen musim lalu.

Catatan tersebut menunjukkan NEC kemungkinan tetap mempertahankan pendekatan menyerang musim ini. Duel di Piraeus pun berpotensi berlangsung terbuka dengan kedua tim memiliki masalah di lini belakang.

Olympiacos tidak memiliki banyak masalah cedera, tetapi Yusuf Yazici masih absen karena pemulihan cedera lutut yang membuatnya belum bisa tampil.

Ayoub El Kaabi dan Mehdi Taremi menjadi dua pemain paling produktif Olympiacos musim lalu dengan torehan masing-masing 18 dan 10 gol di liga. Keduanya telah kembali memperkuat klub setelah menjalani agenda bersama tim nasional masing-masing di Piala Dunia 2026.

El Kaabi bahkan langsung mencetak gol saat Olympiacos kalah dari AZ Alkmaar. Penyerang asal Maroko itu kembali menjadi ancaman utama bagi pertahanan NEC.

Sementara itu, NEC kehilangan sejumlah pemain penting pada leg pertama, termasuk Vito van Crooij, Koki Ogawa, Perr Schuurs, Willum Thor Willumsson, Adam Tahaui, dan Yassin Moslih.

Absennya Ogawa menjadi perhatian karena penyerang tersebut mencetak delapan gol untuk NEC pada musim 2025-26.

Namun, NEC masih memiliki pemain berpengalaman seperti Tjaronn Chery dan Bryan Linssen yang musim lalu mencetak total 21 gol di kompetisi kasta tertinggi Belanda.

Dengan pengalaman lebih baik di kompetisi Eropa dan dukungan publik Karaiskakis, Olympiacos tetap memiliki keuntungan sebagai tuan rumah. Namun, lini pertahanan yang belum stabil membuat NEC berpeluang mencuri gol.

Kedua tim sama-sama memiliki kekuatan di sektor serangan, tetapi juga menunjukkan kelemahan di lini belakang selama pramusim. Duel leg pertama ini diperkirakan berjalan ketat dan berakhir dengan hasil imbang sebelum kedua tim kembali bertemu di Nijmegen pada leg kedua.

Prakiraan Formasi

Olympiacos (4-2-3-1): Popovic; Saliakas, Retsos, Pirola, Ortega; Scipioni, Garcia; Rodinei, Chiquinho, Martins; El Kaabi

NEC Nijmegen (3-4-2-1): Crettaz; Pereira, Sandler, Fonville; Ouaissa, Sano, Nejasmic, Lebreton; Chery, Tadic; Linssen

Lima Pertandingan Terakhir

Olympiacos Piraeus

25.07.26: Friendly - AZ Alkmaar 3-2 Olympiacos Piraeus

25.07.26: Friendly - Antwerp 3-0 Olympiacos Piraeus

18.07.26: Friendly - Ajax 1-0 Olympiacos Piraeus

17.07.26: Friendly - Olympiacos Piraeus 3-1 Fortuna Sittard

11.07.26: Friendly - Olympiacos Piraeus 1-1 Leuven


NEC Nijmegen

01.08.26: Friendly - NEC Nijmegen 1-2 Sevilla

25.07.26: Friendly - NEC Nijmegen 0-1 Elversberg

18.07.26: Friendly - NEC Nijmegen 7-0 Al Fayha

15.07.26: Friendly - NEC Nijmegen 3-1 V-Varen Nagasaki

11.07.26: Friendly - Anderlecht 3-2 NEC Nijmegen


Prediksi skor: Olympiacos 1-1 NEC Nijmegen



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN