ONIC Terjepit di M7! Kekalahan dari Team Spirit Bikin Asa Playoff Menipis

Ilustrasi, ONIC Terjepit di M7! Kekalahan dari Team Spirit Bikin Asa Playoff Menipis. (foto:indopop/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
ONIC Esports kembali menelan pil pahit pada lanjutan M7 World Championship yang digelar di Jakarta. Wakil Indonesia tersebut harus mengakui keunggulan Team Spirit (TS) dalam laga krusial Swiss Stage, hasil yang membuat posisi mereka semakin tertekan di klasemen sementara.
Kekalahan ini menjadi sorotan tajam publik esports Tanah Air. Pasalnya, ONIC sebelumnya juga gagal meraih hasil maksimal, sehingga tekanan kompetisi kini semakin terasa bagi Kairi dan rekan setimnya.
Laga Penentuan yang Berujung Kekecewaan
Pertemuan ONIC vs Team Spirit berlangsung di pool 1-1 Swiss Stage dengan format best of one (Bo1)—format yang nyaris tak memberi ruang untuk kesalahan. Sejak early game, pertandingan berjalan ketat dengan tempo tinggi.
Namun, beberapa kesalahan kecil dalam eksekusi permainan ONIC justru menjadi celah yang dimanfaatkan secara maksimal oleh Team Spirit. Mulai dari penguasaan objektif hingga pengambilan keputusan di momen krusial, TS tampil lebih disiplin dan efektif.
Meski sempat memberi perlawanan, ONIC gagal membalikkan keadaan hingga pertandingan berakhir dengan kemenangan Team Spirit.
Kekalahan Kedua yang Membuat ONIC Terpojok
Hasil ini menandai kekalahan kedua ONIC di Swiss Stage M7, sekaligus menempatkan mereka dalam situasi genting. Dengan format Swiss, setiap tim harus mengamankan tiga kemenangan untuk lolos ke fase berikutnya, sementara tiga kekalahan berarti eliminasi.
Artinya, langkah ONIC menuju playoff kini semakin berat. Mereka wajib tampil sempurna di laga-laga selanjutnya jika ingin menjaga peluang bertahan di turnamen dunia ini.
Sorotan Utama dari Kekalahan ONIC
Ada beberapa catatan penting dari laga kontra Team Spirit:
- Inkonsistensi permainan, terutama di fase mid game yang kerap menjadi titik balik pertandingan.
- Eksekusi strategi yang kurang rapi, membuat momentum mudah berpindah ke tangan lawan.
- Tekanan mental di laga Bo1, di mana kesalahan kecil langsung berdampak besar pada hasil akhir.
Situasi ini membuat ONIC tak hanya dituntut memperbaiki strategi, tetapi juga ketahanan mental menghadapi laga hidup-mati.
Tantangan Berat Menanti
Dengan posisi yang kian terjepit, ONIC kini berada di bawah tekanan besar untuk bangkit. Setiap pertandingan berikutnya akan menjadi final bagi mereka. Kekalahan lagi bisa mengakhiri perjalanan Landak Kuning lebih cepat dari yang diharapkan di M7 World Championship.
Publik tentu berharap ONIC mampu segera menemukan kembali performa terbaiknya dan menjaga nama Indonesia tetap bersinar di panggung esports dunia.
(berbagaisumber/ai/hm27)
PREVIOUS ARTICLE
Tiga Pemain PSMS Resmi Berpisah, Dua Pemain Anyar Diperkenalkan






















