Thursday, August 6, 2026
home_banner_first
OLAHRAGA

Milan vs Inter 1-1, Nkunku Balas Gol Dimarco di Laga Pramusim

Mistar.idRabu, 5 Agustus 2026 pukul 23.24 WIB
milan_vs_inter_11_nkunku_balas_gol_dimarco_di_laga_pramusim

Ilustrasi, Milan Ditahan Inter 1-1, Nkunku Balas Gol Dimarco di Laga Pramusim. (foto:fotmob/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID (5/8/2026) — AC Milan dan Inter Milan harus puas berbagi angka setelah bermain imbang 1-1 dalam laga persahabatan pramusim di Optus Stadium, Perth, Rabu (5/8/2026) malam WIB. Duel bertajuk Derby della Madonnina ini berlangsung dalam tempo tinggi dan menjadi ajang menguji kedalaman skuad kedua tim menjelang musim 2026/2027.

Inter sempat berada di atas angin berkat gol Federico Dimarco pada awal babak kedua. Namun, Christopher Nkunku memastikan Rossoneri terhindar dari kekalahan setelah sukses mengeksekusi penalti pada menit ke-84.

Babak Pertama Berlangsung Ketat, Torriani Tampil Gemilang

Meski berstatus laga uji coba, Milan dan Inter langsung bermain agresif sejak menit pertama. Rossoneri berusaha mengontrol permainan lewat kombinasi Ruben Loftus-Cheek, Yunus Musah, dan Francesco Camarda, sementara Nerazzurri mengandalkan pergerakan Nicolò Barella, Federico Dimarco, serta Francesco Pio Esposito.

Milan hampir membuka keunggulan pada menit ke-18. Yunus Musah menyambut umpan Loftus-Cheek dengan sepakan keras dari dalam kotak penalti, tetapi bola hanya membentur tiang gawang Inter.

Inter merespons melalui sejumlah peluang dari bola mati. Francesco Pio Esposito, Nicolò Barella, dan Piotr Zielinski bergantian mengancam, namun penyelesaian akhir mereka belum mampu mengubah papan skor.

Penampilan kiper muda Milan, Lorenzo Torriani, menjadi salah satu sorotan sepanjang babak pertama. Ia beberapa kali melakukan penyelamatan penting, termasuk menggagalkan peluang Esposito dan Zielinski menjelang turun minum. Di sisi lain, Josep Martínez juga tampil impresif dengan menepis tembakan jarak jauh Youssouf Fofana.

Hingga wasit meniup peluit akhir babak pertama, kedua tim masih bermain imbang tanpa gol.

Dimarco Antar Inter Memimpin

Selepas jeda, Inter langsung meningkatkan intensitas serangan. Masuknya Henrikh Mkhitaryan membuat aliran bola di lini tengah semakin hidup dan membantu Nerazzurri mendominasi penguasaan permainan.

Tekanan tersebut membuahkan hasil pada menit ke-52. Nicolò Barella mengirim umpan matang ke dalam kotak penalti yang berhasil diselesaikan Federico Dimarco dengan sepakan jarak dekat. Torriani tak mampu menghalau bola sehingga Inter unggul 1-0.

Setelah gol itu, Inter terus menekan. Andy Diouf, Mkhitaryan, hingga Francesco Pio Esposito bergantian memperoleh peluang, tetapi Torriani kembali tampil sigap di bawah mistar gawang Milan.

Rotasi Besar Milan Berbuah Hasil

Pelatih Milan melakukan perubahan besar pada menit ke-63 dengan memasukkan sejumlah pemain utama, seperti Rafael Leão, Luka Modric, Gonçalo Ramos, Alexis Saelemaekers, Ardon Jashari, hingga Christopher Nkunku.

Masuknya para pemain tersebut membuat permainan Rossoneri jauh lebih hidup. Luka Modric menghadirkan ketenangan dalam distribusi bola, sementara Leão dan Nkunku memberikan ancaman melalui kecepatan dan kreativitas di lini depan.

Peluang emas sempat didapat Gonçalo Ramos pada menit ke-71. Menerima umpan Modric, penyerang asal Portugal itu melepaskan tembakan dari dalam kotak penalti, tetapi masih mampu diblok lini pertahanan Inter.

Nkunku Selamatkan Rossoneri Lewat Penalti

Milan akhirnya menyamakan kedudukan pada menit ke-84.

Christopher Nkunku dijatuhkan Carlos Augusto saat melakukan penetrasi di dalam kotak penalti. Wasit langsung menunjuk titik putih tanpa ragu.

Nkunku yang maju sebagai algojo menjalankan tugasnya dengan sempurna. Sepakan kaki kanannya mengarah keras ke bagian tengah atas gawang dan tak mampu dihentikan Ivan Provedel. Skor pun berubah menjadi 1-1.

Gol tersebut menjadi momentum kebangkitan Milan sekaligus mengubah jalannya pertandingan pada menit-menit akhir.

Inter Gagal Manfaatkan Peluang Penentu

Setelah kebobolan, Inter kembali mengambil inisiatif menyerang. Hakan Çalhanoğlu hampir mengembalikan keunggulan Nerazzurri pada menit ke-88 melalui tembakan keras dari luar kotak penalti, tetapi Lorenzo Torriani kembali menunjukkan refleks luar biasa dengan menepis bola.

Dari situasi sepak pojok berikutnya, Carlos Augusto memperoleh peluang emas lewat sundulan dari jarak dekat. Namun, bola melayang tipis di atas mistar gawang.

Menjelang laga usai, pertandingan sempat terhenti akibat cedera Yann Bisseck yang kemudian digantikan Mattia Mosconi. Di sisi lain, Pervis Estupiñán menerima kartu kuning setelah melakukan pelanggaran terhadap pemain Inter pada masa injury time.

Tak ada gol tambahan hingga peluit panjang berbunyi. Derby pramusim ini pun berakhir dengan skor 1-1.

Evaluasi Positif bagi Kedua Tim

Hasil imbang menjadi gambaran pertandingan yang berlangsung seimbang. Inter tampil lebih dominan dalam membangun serangan, terutama pada awal babak kedua, sementara Milan menunjukkan karakter kuat dengan bangkit setelah tertinggal.

Federico Dimarco kembali membuktikan kualitasnya melalui pergerakan tanpa bola yang efektif dan penyelesaian akhir yang klinis. Di kubu Milan, Christopher Nkunku langsung memberikan dampak instan setelah masuk dari bangku cadangan dengan memenangi sekaligus menuntaskan penalti penyama kedudukan.

Penampilan Lorenzo Torriani juga layak mendapat apresiasi. Kiper muda Rossoneri itu menjadi salah satu pemain terbaik di lapangan berkat sederet penyelamatan krusial yang membuat Milan terhindar dari kekalahan.

Bagi kedua tim, hasil ini menjadi modal evaluasi penting menjelang dimulainya kompetisi resmi musim 2026/2027. Inter menunjukkan organisasi permainan yang semakin solid, sedangkan Milan memperlihatkan kedalaman skuad dan kemampuan merespons tekanan dengan baik.

(fotmob/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN