Saturday, July 18, 2026
home_banner_first
OLAHRAGA

Kroasia Tumpul di Kandang, Belgia Menang 2-0 Berkat Tielemans dan Gol ke-90 Lukaku

Mistar.idRabu, 3 Juni 2026 pukul 01.16 WIB
kroasia_tumpul_di_kandang_belgia_menang_20_berkat_tielemans_dan_gol_ke90_lukaku

Ilustrasi, Kroasia Tumpul di Kandang, Belgia Menang 2-0 Berkat Tielemans dan Gol ke-90 Lukaku. (foto:fotmob/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Belgia menutup persiapan mereka menuju Piala Dunia 2026 dengan hasil positif setelah menundukkan Kroasia 2-0 dalam laga persahabatan internasional di Stadion HNK Rijeka, Minggu (2/6/2026) malam WIB.

Dua gol Setan Merah dicetak oleh Youri Tielemans pada babak pertama dan Romelu Lukaku pada masa injury time. Kemenangan ini sekaligus memperpanjang tren positif Belgia yang kini belum terkalahkan dalam 11 pertandingan terakhir di semua kompetisi.

Di sisi lain, Kroasia harus menerima kenyataan bahwa dominasi penguasaan bola yang mereka tampilkan sepanjang pertandingan tidak cukup untuk menghindarkan mereka dari kekalahan di depan pendukung sendiri.

Doku Jadi Pembeda, Tielemans Pecah Kebuntuan

Sejak menit awal, Kroasia berusaha mengambil inisiatif serangan melalui kombinasi Luka Modric dan Mateo Kovacic di lini tengah. Vatreni tampil cukup nyaman dalam penguasaan bola dan beberapa kali memaksa Belgia bertahan lebih dalam.

Namun, hingga pertengahan babak pertama, dominasi tersebut belum menghasilkan peluang berbahaya yang benar-benar menguji Thibaut Courtois.

Sebaliknya, Belgia yang lebih mengandalkan transisi cepat perlahan mulai menemukan ritme permainan. Jeremy Doku menjadi ancaman utama di sisi kiri serangan. Kecepatan dan kemampuan dribelnya berulang kali menyulitkan pertahanan Kroasia.

Momentum itu akhirnya berbuah gol pada menit ke-38.

Doku kembali menusuk dari sisi kiri sebelum bola yang sempat berubah arah jatuh di kaki Youri Tielemans di dalam kotak penalti. Tanpa ragu, gelandang Aston Villa tersebut melepaskan tendangan kaki kiri yang mengarah ke sudut jauh gawang Dominik Livakovic.

Gol itu menjadi satu-satunya pembeda pada babak pertama yang berlangsung cukup ketat.

Courtois Gagalkan Upaya Modric

Tertinggal satu gol membuat Kroasia meningkatkan intensitas serangan menjelang turun minum. Peluang terbaik mereka hadir pada menit ke-41 melalui aksi Luka Modric.

Gelandang veteran berusia 40 tahun itu menerima umpan dari Kovacic sebelum melepaskan tendangan melengkung dengan bagian luar kaki dari luar kotak penalti.

Bola mengarah ke sudut gawang, tetapi Courtois menunjukkan refleks kelas dunia dengan menepisnya menjadi tendangan sudut.

Penyelamatan tersebut menjadi salah satu momen krusial yang menjaga keunggulan Belgia hingga jeda pertandingan.

Kroasia Mendominasi, Tetapi Gagal Menemukan Gol

Memasuki babak kedua, Kroasia tampil jauh lebih agresif. Tim asuhan Zlatko Dalic nyaris mengurung Belgia di area pertahanannya sendiri.

Modric, Kovacic, hingga Ivan Perisic bergantian mengalirkan bola untuk membongkar rapatnya lini belakang tim tamu. Namun, efektivitas penyelesaian akhir kembali menjadi persoalan utama.

Peluang emas hadir pada menit ke-61 ketika Ante Budimir yang baru masuk dari bangku cadangan menyambut umpan silang Petar Sucic dengan sundulan keras. Sayangnya, bola hanya membentur mistar gawang.

Kesempatan tersebut menjadi peluang terbaik Kroasia sepanjang pertandingan.

Saat waktu terus berjalan, Kroasia semakin meningkatkan tekanan. Marco Pasalic bahkan hampir menyamakan kedudukan pada menit ke-87 melalui tembakan jarak jauh yang hanya melintas tipis di sisi gawang Belgia.

Namun, gol yang mereka cari tak kunjung datang.

Vanaken dan Lukaku Menyelesaikan Pekerjaan Belgia

Ketika Kroasia sibuk mencari gol penyama kedudukan, Belgia justru menunjukkan kualitas kedalaman skuad mereka.

Masuknya Hans Vanaken, Axel Witsel, dan Romelu Lukaku membuat permainan tim tamu kembali hidup pada 20 menit terakhir.

Vanaken lebih dulu hampir mencetak gol saat sundulannya membentur mistar gawang pada menit ke-75. Namun, kontribusinya benar-benar terasa pada masa injury time.

Berawal dari keberhasilan Witsel merebut bola di lini tengah, Vanaken menerima penguasaan bola dan segera mengirim umpan terukur ke arah Lukaku.

Striker Inter Milan itu kemudian memperlihatkan naluri predatornya. Dengan satu sentuhan tenang, Lukaku menaklukkan kiper Kroasia dan mengubah skor menjadi 2-0 pada menit 90+6.

Gol tersebut sekaligus menjadi gol ke-90 Lukaku bersama tim nasional Belgia, mempertegas statusnya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah negaranya.

Sorotan Utama: Belgia Menang dengan Cara yang Efisien

Hasil akhir mungkin menunjukkan kemenangan meyakinkan Belgia, tetapi jalannya pertandingan bercerita berbeda.

Kroasia sebenarnya lebih dominan dalam penguasaan bola dan lebih sering memainkan pertandingan di wilayah lawan. Namun, Belgia tampil jauh lebih efektif dalam memanfaatkan peluang.

Tim asuhan Rudi Garcia tidak membutuhkan banyak kesempatan untuk mencetak gol. Mereka tampil disiplin dalam bertahan, sabar menunggu momentum, lalu memaksimalkan setiap celah yang muncul melalui serangan cepat.

Pendekatan tersebut menjadi sinyal positif menjelang Piala Dunia 2026, terutama saat menghadapi lawan-lawan yang memiliki kualitas teknis tinggi.

Fakta Menarik dari Laga Kroasia vs Belgia

Selain kemenangan Belgia, pertandingan ini juga menghadirkan sejumlah catatan menarik.

Romelu Lukaku mencetak gol internasional ke-90 sepanjang kariernya bersama Belgia. Catatan tersebut semakin menjauhkan dirinya dari para pesaing dalam daftar pencetak gol terbanyak tim nasional Belgia sepanjang masa.

Laga ini juga menjadi penampilan internasional ke-197 bagi Luka Modric. Kapten Kroasia itu kini hanya membutuhkan tiga pertandingan lagi untuk mencapai tonggak bersejarah 200 caps bersama Vatreni.

Sementara itu, penyerang Lille, Matias Fernandez-Pardo, menjalani debut internasional seniornya setelah masuk sebagai pemain pengganti pada babak kedua.

Pertandingan di Rijeka ini juga menjadi pertemuan pertama Kroasia dan Belgia sejak bermain imbang tanpa gol pada fase grup Piala Dunia 2022 di Qatar.

Pemain Terbaik Pertandingan

Youri Tielemans layak dinobatkan sebagai pemain terbaik dalam laga ini.

Selain mencetak gol pembuka yang mengubah arah pertandingan, sang gelandang tampil konsisten dalam mengatur tempo permainan Belgia. Ia juga menjadi sumber ancaman melalui bola-bola mati yang beberapa kali merepotkan pertahanan Kroasia.

Kontribusinya di lini tengah menjadi fondasi penting yang membantu Belgia mengontrol momen-momen krusial sepanjang pertandingan.

Kemenangan 2-0 atas Kroasia menjadi modal berharga bagi Belgia sebelum memasuki Piala Dunia 2026. Sebaliknya, Kroasia masih memiliki pekerjaan rumah, terutama dalam meningkatkan efektivitas lini depan agar dominasi permainan yang mereka tampilkan dapat berujung pada hasil yang lebih maksimal.

(fotmob/ai/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN