4 Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Liga Top Eropa, Emil Audero Resmi Susul Jay Idzes

4 Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Liga Top Eropa (Foto: Bola.com)
Pematangsiantar, MISTAR.ID - Perjalanan pemain-pemain keturunan dan naturalisasi Timnas Indonesia di kompetisi elite Eropa kembali mencatatkan perkembangan penting. Musim 2026-2027, Skuad Garuda kini memiliki empat pemain yang berkiprah di lima liga top Eropa.
Nama terbaru yang masuk dalam daftar tersebut adalah Emil Audero. Kiper kelahiran Mataram itu resmi terdaftar sebagai pemain Rayo Vallecano di LaLiga Spanyol per 1 September 2026 dengan status pinjaman dari Como 1907.
Kehadiran Audero membuat Indonesia kini memiliki wakil di kompetisi kasta tertinggi Spanyol, Italia, Jerman, dan Prancis.
Pencapaian tersebut menjadi gambaran semakin luasnya kiprah pemain Indonesia di level tertinggi sepak bola Eropa. Menariknya, dari lima liga top Benua Biru, hanya Premier League Inggris yang sejauh ini belum memiliki pemain Timnas Indonesia pada musim ini.
Artinya, para pencinta sepak bola Tanah Air kini tinggal menunggu lahirnya pemain Indonesia pertama yang mampu menembus persaingan ketat di Liga Inggris, kompetisi yang selama ini dikenal sebagai salah satu liga paling kompetitif di dunia.
Daftar 4 Pemain Naturalisasi Indonesia di Liga Top Eropa
Berikut empat pemain yang kini menghiasi kasta tertinggi liga top Eropa:
1. Emil Audero – Rayo Vallecano
Emil Audero menjadi nama terbaru setelah bergabung dengan Rayo Vallecano di LaLiga.
Kiper berusia 29 tahun tersebut tercatat sebagai pemain Rayo per 1 September 2026. Ia bergabung dengan status pinjaman dari Como 1907, klub yang masih memiliki kontraknya.
Kepindahan ke Spanyol membuka peluang baru bagi Audero untuk kembali mendapatkan menit bermain reguler di level tertinggi.
2. Jay Idzes – Sassuolo
Jay Idzes menjadi salah satu pemain penting Indonesia yang berkarier di Serie A Italia.
Kapten Timnas Indonesia tersebut memperkuat Sassuolo sejak musim panas 2025. Sebelumnya, Idzes menghabiskan dua musim bersama Venezia.
Pengalamannya di Italia membuat Idzes semakin terbiasa menghadapi persaingan level elite Eropa, sekaligus menjadi salah satu pemain Indonesia yang memiliki peran besar di lini pertahanan klub maupun tim nasional.
3. Kevin Diks – Borussia Mönchengladbach
Kevin Diks melanjutkan kiprahnya di Bundesliga bersama Borussia Mönchengladbach.
Bek Timnas Indonesia itu tampil impresif di kompetisi kasta tertinggi Jerman hingga dipercaya mengemban peran sebagai wakil kapten tim.
Posisi tersebut menunjukkan besarnya kepercayaan klub terhadap pengalaman dan kepemimpinan Diks di dalam skuad.
4. Calvin Verdonk – Lille
Calvin Verdonk menjadi wakil Indonesia di Ligue 1 Prancis bersama Lille.
Verdonk bergabung dengan Lille dari NEC Nijmegen pada musim panas 2025. Selain berkompetisi di Ligue 1, ia juga memiliki kesempatan tampil di panggung Eropa bersama klub Prancis tersebut.
Kehadiran Verdonk di ajang Liga Champions turut memperluas eksposur pemain Timnas Indonesia di kompetisi elite Eropa.
Mengapa Emil Audero Pindah ke Rayo Vallecano?
Keputusan Emil Audero meninggalkan Como tidak terlepas dari persaingan di posisi penjaga gawang.
Como mendatangkan Robert Sanchez dari Chelsea. Kedatangan kiper asal Spanyol tersebut membuat persaingan di bawah mistar semakin ketat bagi Audero.
Sebelum Robert Sanchez datang, Audero sendiri sudah menghadapi persaingan untuk mendapatkan tempat utama. Ia lebih sering berada di belakang Jean Butez dalam hierarki penjaga gawang Como.
Situasi tersebut membuat Audero berpotensi semakin sulit mendapatkan menit bermain apabila bertahan di Como. Karena itu, opsi peminjaman ke Rayo Vallecano menjadi langkah yang masuk akal bagi sang kiper.
Bermain di LaLiga memberikan Audero kesempatan untuk kembali membuktikan kualitasnya di salah satu kompetisi terbaik Eropa.
Pengalaman Penting Bersama Cremonese
Audero sebenarnya sudah merasakan manfaat dari keputusan menjalani masa peminjaman sebelumnya.
Pada musim 2025-2026, ia dipinjamkan ke Cremonese. Di klub tersebut, Audero mendapatkan kepercayaan sebagai penjaga gawang utama dan memperoleh menit bermain yang jauh lebih banyak.
Kesempatan tersebut menjadi penting bagi perkembangan kariernya setelah sebelumnya tidak selalu menjadi pilihan pertama di Como.
Audero bahkan mencatatkan sejumlah penampilan krusial bersama Cremonese. Namun, performa sang penjaga gawang belum cukup untuk menghindarkan klub tersebut dari degradasi ke Serie B.
Kini, tantangan baru menanti Audero di Spanyol. Bersama Rayo Vallecano, ia berpeluang kembali mendapatkan panggung utama sekaligus memperkuat statusnya sebagai salah satu penjaga gawang Timnas Indonesia yang berkarier di kompetisi elite Eropa.
Premier League Masih Menjadi Target Berikutnya
Dengan empat pemain yang tersebar di LaLiga, Serie A, Bundesliga, dan Ligue 1, Indonesia semakin dekat dengan pencapaian yang sebelumnya terasa sulit.
Jay Idzes di Italia, Kevin Diks di Jerman, Calvin Verdonk di Prancis, serta Emil Audero di Spanyol menjadi representasi pemain Indonesia di empat dari lima liga top Eropa.
Kini perhatian berikutnya tertuju pada Inggris.
Premier League masih menjadi satu-satunya kompetisi dari lima liga top Eropa yang belum dihiasi pemain Timnas Indonesia pada musim 2026-2027.
Jika suatu saat ada pemain Indonesia yang mampu mendapatkan tempat di Premier League, catatan tersebut akan menjadi tonggak baru dalam perjalanan sepak bola Tanah Air di panggung internasional.
BERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER







Kasasi Dua Terdakwa Kasus Sabu 89,6 Kg Asal Aceh Ditolak, Vonis 20 Tahun-Penjara Seumur Hidup Inkrah















