Wednesday, August 19, 2026
home_banner_first
NEWS ROOM

Newsroom | Bertahan di Tenda! Kondisi Korban Kebakaran Binjai Timur Butuh Bantuan

Mistar.idSelasa, 18 Agustus 2026 pukul 14.50 WIB
newsroom_bertahan_di_tenda_kondisi_korban_kebakaran_binjai_timur_butuh_bantuan

Newsroom | Bertahan di Tenda! Kondisi Korban Kebakaran Binjai Timur Butuh Bantuan

Newsroom | Bertahan di Tenda! Kondisi Korban Kebakaran Binjai Timur Butuh Bantuan

news_banner

Binjai, MISTAR.ID - Tiga hari pasca kebakaran yang melanda kawasan Jalan Raimin, Lingkungan VI, Kelurahan Timbang Langkat, Kecamatan Binjai Timur, sebanyak 21 jiwa dari 9 KK harus bertahan hidup di tenda pengungsian.

Mereka terpaksa tinggal di tenda darurat setelah rumah mereka ludes terbakar pada Rabu (12/8/2026) lalu.

Kondisi para korban mendapat perhatian dari Ketua DPC Partai Demokrat Kota Binjai, Juli Sawitma Nasution, yang datang langsung ke lokasi pengungsian, Sabtu (15/8/2026) sore.

Dalam kunjungan tersebut, Juli bersama jajaran Partai Demokrat Binjai menyerahkan bantuan berupa paket sembako untuk membantu memenuhi kebutuhan para korban.

Juli mengatakan pemerintah perlu segera memberikan bantuan, baik secara moril maupun materil, agar warga terdampak dapat kembali memiliki tempat tinggal yang layak.

Sementara itu, Lurah Timbang Langkat Hendra mengatakan, para pengungsi masih menghadapi keterbatasan fasilitas untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.

Untuk keperluan mandi, mencuci dan buang air, para korban masih menumpang di rumah warga sekitar.

Selama berada di tenda pengungsian, belum ada laporan korban yang harus menjalani perawatan di rumah sakit. Namun, petugas Dinas Kesehatan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap para pengungsi.

Sejumlah korban mengalami keluhan kesehatan, termasuk tekanan darah tinggi, yang diduga berkaitan dengan kondisi pasca kebakaran dan tekanan yang mereka alami. Mereka berharap dapat dipindahkan sementara ke rumah sewa hingga tempat tinggal mereka kembali dibangun.

Meski masih tinggal di pengungsian, aktivitas pendidikan anak-anak korban tetap diupayakan berjalan. Sebagian anak masih mengikuti kegiatan sekolah seperti biasa setelah mendapatkan bantuan berupa seragam dan perlengkapan sekolah dari para donatur. (hm21).



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN