Mo Tau Aja: Menelusuri DNA Bahasa Medan, Gak Ada Romantisnya Kelen

Mo Tau Aja: Menelusuri DNA Bahasa Medan, Gak Ada Romantisnya Kelen
Mo Tau Aja: Menelusuri DNA Bahasa Medan, Gak Ada Romantisnya Kelen
Medan, MISTAR.ID
Dialek Medan lahir dari pertemuan banyak unsur: Batak, Melayu, Minang, Tionghoa, dan berbagai latar budaya lain di Sumatera Utara. Setiap unsur membawa cara sendiri dalam mengekspresikan emosi—termasuk cinta.
Di sebagian budaya Batak, misalnya, kasih sayang tidak selalu dilontarkan dalam kata-kata manis. Ia hadir dalam tindakan, tanggung jawab, dan ketegasan. Logat Medan memiliki tekanan bunyi yang kuat, ritme yang tegas, dan tempo yang relatif cepat. Intonasinya naik-turun dengan kontras yang jelas. Bagi telinga yang tak terbiasa, pola ini bisa terdengar seperti nada tinggi atau kemarahan.
Dalam pembahasan kali ini, Hassan Al Banna selaku Balai Bahasa Sumut sekaligus sastrawan akan mengungkap lebih jelas mengenai keunikan bahasa khususnya Bahasa Medan di Poscast Mo Tau Aja Mistar TV. (tim/hm21).






















