Monday, July 20, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Said Abdullah: Mundurnya Pimpinan OJK dan BEI Tak Cukup Pulihkan Kepercayaan Investor

Mistar.idJumat, 30 Januari 2026 pukul 21.00 WIB
said_abdullah_mundurnya_pimpinan_ojk_dan_bei_tak_cukup_pulihkan_kepercayaan_investor

Ketua OJK Mahendra Siregar dan Inarno Djajadi mengundurkan diri (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, menilai pengunduran diri Direktur Utama BEI Iman Rachman dan sejumlah pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tidak otomatis memulihkan kepercayaan investor terhadap pasar modal.

“Langkah mundur mereka saja tidak cukup untuk lebih membangun kepercayaan investor terhadap bursa. Kita perlu menyempurnakan berbagai kebijakan yang kurang selama ini,” kata Said dalam keterangan resmi, Jumat (30/1/2026). Ia menekankan bahwa pembenahan kebijakan menjadi langkah penting, terutama setelah gejolak tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) beberapa hari terakhir.

OJK Diminta Benahi Kebijakan Free Float

Said menegaskan OJK sebagai regulator pasar harus melakukan perbaikan menyeluruh, terutama terkait kebijakan free float. Kebijakan ini penting untuk meningkatkan likuiditas, mencegah manipulasi harga, dan memperkuat kepercayaan investor.

“Meskipun begitu, langkah pengunduran diri para pimpinan ini tetap menunjukkan integritas dan tanggung jawab etik yang tinggi,” ujar Said. Menurutnya, keteladanan seperti ini jarang terjadi dan diharapkan semakin memperkuat kepercayaan publik terhadap bursa.

Kesepakatan DPR-OJK Sebelumnya

Pada rapat kerja Komisi XI DPR RI dengan OJK dan BEI pada 3 Desember 2025, telah disepakati beberapa arah perbaikan kebijakan free float. Beberapa poin penting meliputi:

  1. Free float dirancang bertahap, terukur, dan diferensiatif
  2. Meningkatkan likuiditas dan transparansi pasar saham
  3. Memperkuat investor domestik dengan insentif dan pengawasan efektif
  4. Tetap menjaga stabilitas sistem keuangan dan kepentingan strategis nasional

Said menambahkan bahwa DPR juga akan membahas pengisian kursi kosong pimpinan OJK sesuai ketentuan UU No. 21 Tahun 2011 tentang OJK, termasuk posisi yang ditinggalkan Mahendra Siregar dan Inarno Djajadi.

Latar Belakang Pengunduran Diri

Gejolak tajam IHSG dalam dua hari perdagangan beruntun menjadi pemicu pengunduran diri pimpinan kunci pasar modal. Iman Rachman mundur pada Jumat (30/1/2026) pagi, disusul Mahendra Siregar, Inarno Djajadi, dan I.B. Aditya Jayaantara pada sore hari. Mahendra menyebut pengunduran diri sebagai bentuk tanggung jawab moral atas tekanan besar di pasar saham domestik.

Langkah ini menjadi sorotan publik sekaligus menjadi momentum bagi DPR dan OJK untuk memperkuat kebijakan pasar modal dan menjaga stabilitas investasi domestik.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN