Monday, June 29, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Irjen Alberd TB Sianipar: Dari Kapolres Pematangsiantar Kini Jadi Kapolda Kalbar

Mistar.idRabu, 13 Mei 2026 pukul 08.14 WIB
irjen_alberd_tb_sianipar_dari_kapolres_pematangsiantar_kini_jadi_kapolda_kalbar

Ilustrasi, Irjen Alberd TB Sianipar: Dari Kapolres Pematangsiantar Kini Jadi Kapolda Kalbar. (foto:ferry/gemini/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kembali melakukan rotasi besar di tubuh Polri pada Mei 2026. Dari ratusan nama yang dimutasi, satu sosok yang menarik perhatian publik adalah Irjen Pol Alberd Teddy Benhard (TB) Sianipar.

Perwira tinggi asal Medan, Sumatera Utara itu resmi dipercaya menjabat Kapolda Kalimantan Barat (Kalbar). Penunjukan tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/960/V/KEP./2026 tertanggal 7 Mei 2026.

Nama Alberd TB Sianipar memang bukan figur yang terlalu sering tampil di ruang publik nasional. Namun di internal kepolisian, ia dikenal sebagai jenderal dengan rekam jejak panjang di bidang reserse, operasi kepolisian, hingga analisis kejahatan keuangan negara.

Penunjukan Alberd dinilai bukan sekadar rotasi biasa. Kapolri disebut tengah menempatkan sosok dengan kombinasi pengalaman lapangan dan kemampuan strategis untuk memimpin wilayah perbatasan yang memiliki tantangan keamanan cukup kompleks.

Dari Peraih Adhi Makayasa hingga Dipercaya Jadi Kapolda

Irjen Pol Alberd Teddy Benhard Sianipar lahir di Medan pada 14 November 1971. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1994 dan berhasil meraih penghargaan Adhi Makayasa, predikat tertinggi bagi lulusan terbaik Akpol.

Prestasi tersebut menjadi awal perjalanan kariernya di Korps Bhayangkara.

Tak berhenti di sana, Alberd terus memperkuat kapasitas akademik dan profesionalnya. Ia menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada 2002, lalu meraih gelar Magister Ilmu Hukum dari Universitas Bhayangkara Surabaya pada 2005.

Ia juga menyelesaikan pendidikan Sespim Pol hingga Sespimti pada 2018, jalur pendidikan strategis yang umumnya ditempuh calon pimpinan tinggi Polri.

Karier Alberd berkembang secara bertahap, bukan lewat sorotan popularitas, melainkan melalui rekam jejak penugasan yang konsisten.

Pernah Jadi Kapolres Pematangsiantar dan Karo, Ini Rekam Jejaknya

Bagi masyarakat Sumatera Utara, nama Alberd TB Sianipar bukan sosok asing. Ia pernah menjabat Kapolres Pematangsiantar pada 2011 sebelum kemudian dipercaya memimpin Polres Karo pada 2013.

Dua jabatan itu menjadi fase penting dalam pembentukan kepemimpinannya di lapangan.

Setelah itu, karier Alberd terus menanjak. Ia pernah menduduki sejumlah posisi strategis, mulai dari Wadirreskrimum Polda Metro Jaya, Kasubdit V Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, hingga Dirreskrimum Polda Sulawesi Tengah.

Pengalaman panjang di bidang reserse membuat Alberd dikenal sebagai sosok yang kuat dalam penanganan kasus kriminal umum maupun kejahatan terorganisir.

Tak hanya itu, ia juga pernah dipercaya menjadi Karoops Polda Metro Jaya pada 2019 dan Karojianstra Sops Polri pada 2020. Posisi tersebut menempatkannya dalam perencanaan operasi dan strategi kepolisian berskala besar.

Dari PPATK ke Polda Kalbar, Mengapa Alberd Dinilai Tepat?

Sebelum ditunjuk sebagai Kapolda Kalbar, Alberd menjabat Sekretaris Utama Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Ia dilantik pada 6 Oktober 2022 dan menjadi salah satu figur penting dalam tata kelola administrasi serta penguatan analisis keuangan di lembaga tersebut.

Pengalaman di PPATK menjadi nilai tambah tersendiri.

Sebab, tantangan keamanan saat ini tak lagi hanya berkaitan dengan kriminal konvensional, tetapi juga menyentuh kejahatan ekonomi, pencucian uang, transaksi ilegal lintas negara, hingga jaringan kejahatan digital.

Hal itu dinilai relevan dengan kondisi Kalimantan Barat yang berbatasan langsung dengan Malaysia.

Wilayah perbatasan seperti Kalbar memiliki tantangan serius, mulai dari penyelundupan, perdagangan ilegal, narkotika, hingga potensi tindak pidana keuangan lintas negara.

Karena itu, penempatan Alberd dipandang sebagai langkah strategis Kapolri untuk memperkuat pengawasan dan penegakan hukum di kawasan tersebut.

Jenderal “Senyap” dengan Kombinasi Langka

Yang membuat Alberd TB Sianipar berbeda dari banyak perwira tinggi lainnya adalah kombinasi pengalaman yang dimilikinya.

Ia memiliki latar belakang kuat di tiga bidang sekaligus: reserse, operasi kepolisian, dan analisis keuangan negara.

Sebagian besar karier awalnya dibangun di bidang investigasi kriminal. Setelah itu, ia masuk ke posisi strategis yang berkaitan dengan operasi dan perencanaan keamanan nasional.

Kemudian, pengalaman di PPATK memperluas perspektifnya dalam memahami pola kejahatan modern yang kini semakin kompleks dan berbasis transaksi digital.

Kombinasi tersebut membuat Alberd dinilai sebagai figur yang cocok menghadapi tantangan keamanan masa kini, terutama di wilayah strategis seperti Kalimantan Barat.

Mutasi Besar Polri Mei 2026

Penunjukan Alberd menjadi bagian dari mutasi besar Polri terhadap 108 perwira tinggi dan perwira menengah pada Mei 2026.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir menyebut mutasi tersebut merupakan bagian dari pembinaan karier sekaligus penguatan organisasi Polri.

Dalam mutasi itu, Alberd menggantikan Irjen Pol Pipit Rismanto yang mendapat promosi jabatan baru sebagai Kapolda Jawa Barat.

Kini Jadi Sorotan Nasional

Selama ini, Alberd TB Sianipar dikenal sebagai figur low profile yang lebih banyak bekerja di balik layar.

Namun setelah dipercaya menjadi Kapolda Kalbar, sorotan publik terhadapnya dipastikan akan semakin besar.

Apalagi, Kalimantan Barat merupakan salah satu wilayah strategis Indonesia dengan tantangan keamanan lintas negara yang terus berkembang.

Penunjukan Alberd menjadi bukti bahwa rekam jejak panjang, kemampuan teknis, dan pengalaman strategis tetap menjadi faktor penting dalam penentuan pucuk kepemimpinan di tubuh Polri.

(berbagaisumber/ai/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN