Monday, July 20, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Harga Logam Mulia Tembus Rekor dan Fakta Menarik yang Harus Kamu Tahu

Mistar.idRabu, 21 Januari 2026 pukul 15.34 WIB
harga_logam_mulia_tembus_rekor_dan_fakta_menarik_yang_harus_kamu_tahu

Ilustrasi, Harga Logam Mulia Tembus Rekor dan Fakta Menarik yang Harus Kamu Tahu. (foto:tokoemas/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Pergerakan logam mulia – terutama emas – kembali menjadi sorotan utama pasar global di awal 2026. Tidak sekadar naik, harga emas kini mencetak rekor tertinggi sepanjang masa, sementara permintaan investor terus menguat sebagai aset safe-haven di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik.

1. Harga Logam Mulia Hari Ini: Naik Signifikan

Emas Dunia – Rekor Baru

Harga emas dunia (spot gold) terus menunjukkan tren bullish kuat:

- Pada 21 Januari 2026, harga emas telah menembus lebih dari USD 4.800 per troy ounce, level tertinggi yang pernah tercatat di pasar global. Ini menandai rekor baru dalam sejarah harga emas dunia.

- Di beberapa perdagangan, emas bahkan mencapai puncak sekitar USD 4.887 per ounce pada kontrak berjangka AS, menunjukkan momentum ekstrem di pasar komoditas.

Lonjakan ini menunjukkan tren kenaikan hampir tanpa henti sejak 2025, di mana harga emas telah menguat lebih dari dua kali lipat dari level di awal dekade ini.

Harga Emas Logam Mulia (Antam) di Indonesia

Harga emas batangan Logam Mulia Antam juga menguat signifikan di pasar lokal:

- Pada 7 Januari 2026, harga emas batangan Antam ukuran 1 gram dipatok sekitar Rp 2.549.000 di Butik Logam Mulia, Jakarta.

- Kenaikan ini merupakan kelanjutan dari tren positif di awal tahun, di mana 6 Januari 2026 harga 1 gram mencapai Rp 2.515.000, naik sekitar Rp 27.000 dari hari sebelumnya.

- Pergerakan harga buyback emas Antam juga naik, mencerminkan likuiditas pasar yang tinggi dan permintaan investor.

Perlu dicatat bahwa harga emas fisik di Indonesia bisa bervariasi tergantung kurs Rupiah terhadap dolar AS, biaya distribusi, dan pajak PPh 22.

2. Apa yang Memicu Kenaikan dan Rekor Harga Emas?

Ada beberapa faktor utama yang mendorong emas melonjak ke level rekor:

a. Geopolitik dan Ketidakpastian Global

Ketegangan geopolitik, termasuk konflik dan kebijakan perdagangan antar negara besar, membuat investor beralih ke emas sebagai safe haven. Permintaan ini semakin kuat saat pasar saham dan obligasi menunjukkan volatilitas tinggi.

b. Ekspektasi Kebijakan Moneter

Ekspektasi penurunan suku bunga oleh bank sentral besar seperti The Fed memperbesar daya tarik emas — karena biaya peluang memegang emas (yang tidak memberikan yield) menjadi lebih rendah.

c. Pembelian oleh Bank Sentral & Institusi

Bank sentral dan lembaga keuangan besar terus menambah cadangan emas mereka sebagai alat diversifikasi dari mata uang fiat. Hal ini memberi dukungan kuat pada harga di level tinggi.

3. Fakta Menarik dan Potensi Lanjutan 2026

- Rekor Harga Emas Dunia:

Emas menembus > USD 4.800/oz — angka yang dulu terasa mustahil — kini menjadi kenyataan di pasar komoditas global.

- Target Bank Besar:

Beberapa institusi keuangan besar memperkirakan harga emas bisa terus naik sepanjang 2026 — dengan proyeksi bahkan mendekati atau mencapai USD 5.000 per ounce pada akhir tahun, didorong oleh faktor geopolitik dan permintaan institusional.

- Kinerja Logam Mulia Lainnya:

Selain emas, logam mulia lain seperti perak juga mengalami rekor kenaikan tahun ini, dengan harga yang terus menguat di level tertinggi dalam sejarahnya.

4. Insight untuk Investor dan Pembaca

- Emas bukan hanya aset tradisional, melainkan alat lindung nilai yang sedang membuktikan performanya di tengah dinamika ekonomi global.

- Investor jangka panjang sering memasukkan emas di portofolio sebagai diversifikasi, terutama saat pasar lainnya menurun atau bergejolak.

- Pergerakan harga harian bisa fluktuatif, sehingga memantau harga logam mulia secara rutin sangat disarankan sebelum melakukan pembelian atau jual kembali.

Kesimpulan: Harga logam mulia saat ini — terutama emas — berada dalam fase rekor tertinggi, dengan harga dunia menembus > US$4.800 per ounce dan harga domestik Antam di RI menguat di kisaran Rp 2,5 juta/gram. Momentum ini didorong oleh permintaan safe-haven, ketidakpastian global, proyeksi kebijakan moneter, dan pembelian institusional yang terus meningkat.

(berbagaisumber/ai/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN