Monday, July 20, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Gunung Bur Ni Telong di Bener Meriah Status Level III Siaga

Mistar.idRabu, 31 Desember 2025 pukul 08.11 WIB
gunung_bur_ni_telong_di_bener_meriah_status_level_iii_siaga

Penampakan Gunung Bur Ni Telong di Kabupaten Bener Meriah, Aceh saat malam hari. (Foto: Dokumentasi BPBD Bener Meriah)

news_banner

Banda Aceh, MISTAR.ID

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi meningkatkan tingkat aktivitas Gunung Bur Ni Telong di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga). Peningkatan status tersebut dilakukan menyusul lonjakan aktivitas vulkanik yang signifikan sejak Selasa malam (30/12/2025).

Seiring dengan peningkatan status, Badan Geologi mengeluarkan larangan bagi pendaki, wisatawan, dan masyarakat untuk mendekati area kawah Gunung Bur Ni Telong dalam radius empat kilometer. Larangan tersebut bertujuan mengantisipasi potensi erupsi mendadak serta bahaya paparan gas vulkanik beracun yang dapat muncul sewaktu-waktu.

Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menjelaskan bahwa data instrumental menunjukkan peningkatan kegempaan yang tajam. Dalam rentang waktu pukul 20.43 WIB hingga 22.45 WIB, tercatat tujuh kali gempa terasa yang berpusat sekitar lima kilometer di barat daya puncak gunung api setinggi 2.624 meter di atas permukaan laut tersebut.

“Getaran ini segera memicu pergerakan magma yang lebih intensif di dalam tubuh gunung api,” ujar Lana Saria dalam keterangan tertulis.

Hingga pukul 22.45 WIB, Pos Pengamatan Gunung Api mencatat sebanyak 14 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA), tujuh kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB), serta beberapa gempa tektonik. Data tersebut menunjukkan bahwa suplai magma berada pada kedalaman yang semakin dangkal dan sangat sensitif terhadap gangguan tektonik di sekitar wilayah Kabupaten Bener Meriah.

Selain potensi erupsi, Badan Geologi juga menyoroti bahaya hembusan gas vulkanik dari area solfatara dan fumarol yang terdapat di lereng gunung. Gas tersebut berpotensi mencapai konsentrasi berbahaya, terutama saat kondisi cuaca mendung atau hujan yang dapat menyebabkan gas terperangkap di dekat permukaan tanah.

Oleh karena itu, masyarakat tidak hanya dilarang melakukan aktivitas pendakian, tetapi juga diminta menjauhi area lubang gas demi keselamatan. Badan Geologi menegaskan peningkatan aktivitas Gunung Bur Ni Telong sebenarnya telah terpantau sejak Juli 2025, namun intensitasnya meningkat signifikan pada akhir Desember ini.

Badan Geologi memperingatkan adanya potensi erupsi freatik yang dapat terjadi secara tiba-tiba tanpa didahului oleh peningkatan kegempaan dalam waktu lama. Masyarakat di sekitar gunung api diimbau tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta mengikuti informasi resmi dari instansi berwenang. (hm25)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN