Warga Keluhkan Proyek BRT Mebidang Bikin Macet, DPRD Minta Masyarakat Bersabar

Ketua Komisi D DPRD Sumut, Timbul Jaya Hamonangan Sibarani. (Foto: Ari/Mistar)
Medan, MISTAR.ID
Pembangunan halte of corridor Bus Rapid Transit (BRT) Mebidang yang menghubungkan Medan, Binjai, dan Deli Serdang (Mebidang), membuat Jalan Gatot Subroto dan Jalan Sisingamangaraja kerap macet.
Ketua Komisi D DPRD Sumatera Utara (Sumut), Timbul Jaya Hamonangan Sibarani, meminta masyarakat bersabar karena pembangunan BRT merupakan bagian dari perencanaan pemerintah untuk menghadirkan sistem transportasi publik yang lebih modern, cepat, aman, dan efisien bagi masyarakat.
“Pembangunan BRT ini harus kita dukung sepenuhnya. Memang pengerjaannya dilakukan secara bertahap, tetapi seluruh prosesnya telah sesuai dengan perencanaan dan ketentuan yang berlaku,” ujar Timbul kepada wartawan di Gedung DPRD Sumut, Senin (8/6/2026).
Menurut politisi Partai Golkar tersebut, dampak macet yang terjadi saat ini hanya bersifat sementara. Manfaat jangka panjang, BRT diklaim menjadi solusi mengurangi kepadatan kendaraan di Kota Medan.
“Pembangunan ini kita harapkan mampu mengurai kemacetan yang selama ini menjadi persoalan di Kota Medan. Kalau saat ini ada potensi kemacetan, itu karena proses pengerjaan masih berlangsung. Yang terpenting, proyek ini harus terus diawasi agar berjalan optimal dan selesai sesuai target,” katanya.
Ia juga berharap masyarakat semakin tertarik menggunakan transportasi massal setelah BRT Mebidang beroperasi. Dengan meningkatnya jumlah pengguna angkutan umum, beban lalu lintas di jalan raya diyakini dapat berkurang secara signifikan.
Pembangunan BRT Mebidang didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sumut.
“Keberadaan BRT tidak hanya menjadi sarana transportasi publik yang lebih nyaman, tetapi juga bagian dari upaya pemerintah dalam membangun sistem mobilitas perkotaan yang terintegrasi dan berkelanjutan,” tuturnya. (hm20)
BERITA TERPOPULER
























