Sunday, September 20, 2026
home_banner_first
MEDAN

WALHI Soroti Pemulihan Bencana Ekologis Sumut, Serukan “Pulihkan Sumut”

Mistar.idMinggu, 20 September 2026 pukul 17.41 WIB
walhi_soroti_pemulihan_bencana_ekologis_sumut_serukan_pulihkan_sumut

WALHI Sumatera Utara menggelar aksi memperingati Hari Keadilan Ekologis di kawasan Car Free Day Lapangan Merdeka Medan, Minggu (20/9/2026). Aksi tersebut mengusung tema “Pulihkan Sumut”. (foto: WALHI Sumut)

news_banner

MEDAN, MISTAR.ID - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sumatera Utara (Sumut) menilai bencana ekologis di Sumut belum selesai. Hal itu disuarakan dalam aksi memperingati Hari Keadilan Ekologis di kawasan Car Free Day (CFD) Lapangan Merdeka Medan, Minggu (20/9/2026).

Dalam aksi bertema “Pulihkan Sumut” tersebut, WALHI menyoroti berbagai kerusakan lingkungan dan krisis iklim di Sumut yang dinilai belum juga menemukan penyelesaian dari pemangku kebijakan.

Koordinator aksi sekaligus Staf Advokasi dan Kampanye WALHI Sumut, Maulana Gultom, mengatakan momentum Hari Keadilan Ekologis harus menjadi ruang refleksi bersama. Ia menyoroti ketimpangan antara klaim keberhasilan pemerintah dengan kondisi masyarakat terdampak bencana ekologis, salah satunya di wilayah Tapanuli.

“Kita tahu bencana ekologis di Sumut belum selesai. Di Tapanuli, banyak korban belum mendapat hak pemulihan. Hujan sedikit, langsung banjir. Padahal ketika dinarasikan pejabat, sudah pulih. Tapi faktanya, masih banyak masyarakat yang secara psikologis dan ekonomi belum pulih,” katanya.

Maulana juga mengkritik lambatnya penanganan krisis lingkungan. Ia mendesak negara bertanggung jawab dan segera melakukan penegakan hukum terhadap korporasi perusak alam.

Ia juga mengingatkan para pelaku kejahatan lingkungan untuk menghentikan eksploitasi yang merugikan masyarakat.

Salah seorang simpatisan aksi, Sintya Simorangkir, mengapresiasi kampanye yang dilakukan secara interaktif sehingga menarik keingintahuan masyarakat terhadap isu lingkungan.

“Banyak kegiatan yang membuat masyarakat ingin tahu isu lingkungan, semoga Indonesia lekas pulih. WALHI dapat terus menjadi wadah aspirasi untuk masyarakat yang terkena dampak kerusakan alam,” ucap Sintya. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN