Tuesday, July 21, 2026
home_banner_first
MEDAN

Wakil Ketua DPRD Sumut Desak Pemerintah Tambah Kapasitas Ruangan RS Bagi Pasien UHC

Mistar.idSenin, 25 Mei 2026 pukul 17.41 WIB
wakil_ketua_dprd_sumut_desak_pemerintah_tambah_kapasitas_ruangan_rs_bagi_pasien_uhc

Wakil Ketua DPRD Sumut, Salman Alfarisi, saat melakukan dialog pada kegiatan Reses III. (Foto: tangkapan layar instagram Safmediacentre/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara (Sumut), Salman Alfarisi, mendesak pemerintah untuk melakukan penambahan kapasitas kamar ataupun ruangan pada seluruh rumah sakit yang melayani pasien dengan program Universal Healthy Coverage (UHC).

Hal itu dikatakan Politisi Partai Keadilan Sejahtera itu menyikapi banyaknya keluhan mayarakat kepada dirinya saat pelaksanaan reses III tahun Sidang II Tahun 2025-2026 di beberapa titik kecamatan yang ada di Kota Medan terkait keterbatasan kamar pada pelayanan program UHC di setiap rumah sakit.

“Terkait dengan masalah penuhnya ruang rawat inap, kami dari DPRD Sumut terus mendesak pemerintah untuk menambah kapasitas ruang rawat inap di rumah-rumah sakit,” ujarnya melalui video dialog dirinya bersama masyarakat yang dilihat Mistar, Senin (25/5/2026).

Ia menegaskan, seluruh pasien pengguna program UHC, khususnya yang melakukan pengobatan dengan menunjukkan KTP harus mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal.

Ia berkomitmen bahwa pihaknya akan melakukan pengawasan secara optimal pada pelayanan kesehatan terhadap program UHC tersebut. Selain itu, ia juga memastikan bahwa bagi rumah sakit yang menolak menangani program tersebut akan mendapatkan sanksi tegas.

“Jangan sampai ada pasien yang ditolak rujukannya, kalau ada yang terjadi seperti itu, silahkan laporkan kepada kami. Nanti akan kita investigasi, dan sanksinya rumah sakit tersebut tidak akan mendapatkan hak untuk melayani pasien dengan sarana BPJS,” kata Salman.

Ia juga mengingatkan kepada pemerintah, pelayanan kesehatan yang optimal harus menjadi atensi khusus. Pasalnya, hal itu sudah menjadi tanggung jawab pemerintah dalam melayani masyarakat dengan maksimal.

“Jangan sampai masyarakat berobat mengalami kendala yang berarti,” tutur Salman.

Diketahui, dalam dialog Salman bersama masyarakat, beberapa masyarakat mengungkapkan pengalaman yang kurang maksimal dalam pelayanan pengobatan UHC.

Pasalnya, masyarakat mengungkapkan bahwa karena keterbatasan kamar di setiap rumah sakit, pasien dengan pengguna program UHC hanya dapat terbaring di ruangan Instalasi Gawat Darurat (IGD).



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN