Friday, June 5, 2026
home_banner_first
MEDAN

UINSU dan HAEI Salurkan Bantuan Rp180 Juta untuk Korban Bencana Sumatera

Mistar.idSabtu, 17 Januari 2026 12.43
journalist-avatar-top
SH
uinsu_dan_haei_salurkan_bantuan_rp180_juta_untuk_korban_bencana_sumatera_

UINSU dan HAEI menyalurkan bantuan Rp180 juta untuk korban bencana sumatera. (foto: Humas UINSU/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Kerja sama antara Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan dan Himpunan Ahli Elektro Indonesia (HAEI) langsung diwujudkan dalam aksi nyata.

Melalui kesepakatan bersama yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU), kedua institusi tersebut menyalurkan donasi senilai Rp180 juta untuk membantu masyarakat terdampak bencana alam di sejumlah wilayah Sumatera.

Bantuan kemanusiaan menjadi langkah awal implementasi kolaborasi yang dibangun antara dunia pendidikan dan organisasi profesi ini.

Rektor UINSU Medan, Prof Nurhayati, mengatakan kerja sama ini dirancang untuk menghadirkan dampak langsung bagi masyarakat. Ia menegaskan MoU tidak dimaknai sebatas kesepakatan formal, melainkan harus diwujudkan dalam bentuk kepedulian sosial.

“Sinergi antara perguruan tinggi dan organisasi profesi harus memberi manfaat nyata. Donasi Rp180 juta ini akan disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, termasuk keluarga besar UIN Sumatera Utara yang ikut terdampak,” ujarnya, Sabtu (17/1/2026).

Ia juga menjelaskan sebagian dana dapat dialokasikan untuk bantuan pendidikan, seperti beasiswa atau keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa UINSU yang keluarganya terdampak bencana, dengan persetujuan dari HAEI.

“Kita berharap langkah ini dapat meringankan beban mahasiswa dan keluarga di tengah situasi sulit karena bencana,” katanya.

Ketua Umum HAEI, Achmad Sutowo Sutopo, menuturkan bantuan tersebut berasal dari donasi sukarela para anggota HAEI di berbagai daerah. Penggalangan dana dilakukan sebagai bentuk kepedulian internal organisasi tanpa menggunakan anggaran pemerintah.

Menurutnya, gerakan tersebut lahir dari inisiatif para senior di lingkungan HAEI dan TPIB untuk memastikan bantuan tepat sasaran. “Kami ingin bantuan ini benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan. Kerja sama dengan UINSU diharapkan menjadi penghubung agar kebaikan dan manfaatnya bisa dirasakan lebih luas,” ucapnya.

Selain fokus pada kemanusiaan, kerja sama ini juga mencakup penguatan kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, serta pengembangan profesionalisme teknologi. Kedua pihak sepakat mendorong pelatihan, sertifikasi, dan kegiatan akademik guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang teknologi dan rekayasa.

Keduanya berharap kemitraan yang terbangun tidak hanya berkelanjutan secara akademik dan profesional, tetapi juga terus memberi kontribusi sosial bagi masyarakat.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN