PNM Tanam 29.000 Pohon di 58 Cabang Indonesia

Pemcab, Benny Satria B (kiri) bersama Ketua Tim Hortikultura Bidang Pertanian dan Peternakan, Abdon Sinaga (kanan) sedang menanam pohon. (Foto: Dokumentasi PNM/Mistar)
Medan, MISTAR.ID
PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menanam 29.000 pohon di 58 cabang di seluruh Indonesia, sebagai bagian dari program PNM Peduli yang memperluas pemberdayaan masyarakat hingga isu lingkungan.
Penghijauan ini dilakukan dengan target minimal 500 bibit per cabang, yang juga menjadi bagian dari upaya perusahaan mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya penanganan perubahan iklim dan perlindungan ekosistem daratan.
Selain penanaman pohon, PNM juga telah mengintegrasikan sejumlah inisiatif keberlanjutan lainnya, mulai dari kampanye RE3 FOR-E yang mengumpulkan 20 ton pakaian layak pakai untuk disalurkan kepada masyarakat, hingga distribusi buku bacaan sebagai dukungan peningkatan literasi.
Program tersebut dilanjutkan melalui PNM Mengajar yang menjangkau 58 SMK dari Sabang sampai Merauke, dengan tujuan memperluas akses pengetahuan sekaligus menumbuhkan kesadaran lingkungan di kalangan pelajar.
Ketua Tim Hortikultura Bidang Pertanian dan Peternakan Sumatera Utara, Abdon Sinaga turut terlibat dalam pelaksanaannya di Medan didampingi Yan Ginting, bersama Kepala UPT Perbenihan dan Proteksi Hortikultura (PBH), M. Rizki serta pemangku kepentingan daerah.
Abdon mengapresiasi program tersebut karena dinilai tidak hanya berfokus pada pemberdayaan ekonomi, tetapi juga memiliki nilai strategis dalam pelestarian lingkungan.
“Program ini memiliki nilai strategis karena tidak hanya mendorong penghijauan, tetapi juga memperkuat ketersediaan bibit tanaman yang dapat dikembangkan kembali oleh masyarakat secara berkelanjutan,” tuturnya dalam keterangan tertulis yang diterima Mistar, Senin (8/6/2026).

Ia menilai kolaborasi antara PNM, pemerintah, dan masyarakat dapat memperkuat ketersediaan bibit tanaman, serta menjadi contoh pemberdayaan dan pelestarian lingkungan secara berkelanjutan demi masa depan yang lebih hijau.
Sejumlah penerima manfaat menyebut bibit yang diberikan tidak hanya berfungsi untuk penghijauan, tetapi juga menjadi modal awal pengembangan pembibitan lokal yang bernilai ekonomi. Mereka juga menilai program ini memberi dampak jangka panjang bagi lingkungan dan generasi mendatang melalui penguatan ruang hijau dan sumber bibit berkelanjutan.
“Kami berterima kasih kepada PNM. Bukan hanya untuk penghijauan, bibit yang diberikan juga akan kami kembangkan menjadi sumber bibit baru yang bisa dimanfaatkan dan dirasakan masyarakat luas,” ujar salah seorang penerima manfaat.
Mereka juga berharap, program serupa dapat terus berjalan, untuk mendorong kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan. (hm20)
BERITA TERPOPULER























