Friday, September 25, 2026
home_banner_first
MEDAN

Pemuda Tani Indonesia Deli Serdang: Kesejahteraan Petani Wajib Menjadi Fokus Utama

Mistar.idJumat, 25 September 2026 pukul 08.44 WIB
pemuda_tani_indonesia_deli_serdang_kesejahteraan_petani_wajib_menjadi_fokus_utama

Sekretaris Pemuda Tani Indonesia Deli Serdang, Azam Azmi Azizih. (Foto: Dokumentasi Pribadi/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID - Petani merupakan garda terdepan yang memastikan tersedianya keberlangsungan pangan bagi masyarakat. Namun, di tengah tuntutan peningkatan produksi dan menjaga kestabilan pangan, keberlangsungan usaha serta kesejahteraan petani dinilai wajib menjadi fokus utama.

Hal ini dikatakan Sekretaris Pemuda Tani Indonesia Deli Serdang, Azam Azmi Azizih, dalam momentum Hari Tani Nasional yang jatuh pada 24 September 2026, menurutnya perhatian terhadap para petani tidak boleh hanya sekadar ucapan seremonial setiap tahunnya.

"Banyak pesan yang jauh lebih besar di dalam perayaan tersebut tentang masa depan pangan, ekonomi masyarakat, dan ketahanan pangan negara. Momentum ini, harusnya bmenjadi waktu yang tepat untuk mempertanyakan sudah sejauh mana perhatian yang diberikan terhadap para petani tanah air," ujar Azam, Jumat (25/9/2026)

Perhatian terhadap petani yang bekerja keras menanam, merawat, dan menghasilkan pangan bagi masyarakat juga disebut sebagai bagian dari membangun ketahanan bangsa.

“Ketahanan pangan tidak mungkin berdiri kuat kalau petaninya sendiri tidak didukung dalam menjalankan usaha taninya. Petani butuh ekosistem yang memungkinkan usaha mereka berjalan secara berkelanjutan,” kata.

Pembangunan pertanian juga harus turut didukung dengan ketersediaan benih dan pupuk yang tercukupi, sarana produksi, teknologi, akses pembiayaan, infrastruktur pertanian, pendampingan, hingga kepastian pasar.

Pertanian, sebutnya, tidak boleh dipandang sebagai penghasil pangan belaka. Sektor yang berhubungan langsung dengan perekonomian dan ketahanan negara ini harus dipastikan aksesnya terhadap kebutuhan produksi, modal, pasar, hingga nilai ekonomi yang layak dapat dicapai.

“Ketika produksi terganggu, maka akan berdampak pada sejumlah aspek kehidupan masyarakat. Memperkuat sektor pertanian sama dengan memperkuat fondasi ekonomi dan ketahanan pangan negara,” ujarnya.

Selain itu, regenerasi petani juga menjadi sorotan. Generasi muda diharapkan dapat terlibat dalam pertanian karena dinilai mampu membawa inovasi dan teknologi. Sehingga, pertanian masa depan dapat berkembang menjadi lebih modern, efisien, dan menarik minat anak-anak muda.

Untuk mewujudkan hal itu, Azam menyebutkan bahwa mulai sekarang generasi muda harus diberikan ruang untuk berkreasi, berinovasi, dan menjadikan pertanian sebagai profesi dan usaha yang menjanjikan.

“Momentum Hari Tani Nasional ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi para petani dengan generasi muda, dunia usaha, akademisi, hingga pemerintah dan para pemangku kepentingan,” tuturnya.

Ia mengingatkan bahwa petani merupakan pelaku utama pembangunan pertanian. Jika ingin pangan kuat, maka petani juga harus kuat. Jika pertanian maju, maka ketahanan pangan negara juga akan semakin kokoh.

“Mari kita jadikan momentum ini sebagai pengingat untuk memastikan adanya ruang dan kesempatan bagi mereka untuk berkembang. Jangan ingat petani hanya saat kita butuh pangan saja. Ingat, di tangan petani, sebagian masa depan pangan kita ditentukan,” ucap Azam. (hm25)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN