Friday, June 5, 2026
home_banner_first
MEDAN

P3AKB Sumut Tangani 12 Kasus TPPO, Perkenalkan PUSPAGA untuk Cegah Kekerasan pada Anak

Mistar.idSenin, 17 November 2025 21.55
journalist-avatar-top
MI
p3akb_sumut_tangani_12_kasus_tppo_perkenalkan_puspaga_untuk_cegah_kekerasan_pada_anak

Kepala Dinas P3AKB Sumut Dwi Endah Purwanti dan jajaran saat memaparkan program PUSPAGA. (Foto: Iqbal/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3AKB) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) saat ini menangani sejumlah kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang terjadi saat ini.

Kepala Dinas P3AKB Sumut, Dwi Endah Purwanti, mengatakan pihaknya tahun ini menangani 12 kasus TPPO setidaknya hingga bulan November 2025 ini.

"Saat ini kami menangani 12 kasus (TPPO)," ujarnya kepada wartawan saat temu pers di Kantor Gubernur Sumut, Senin (17/11/2025) sore.

Dwi Endah mengatakan pihaknya saat ini juga diberi tugas untuk menyelesaikan persoalan TPPO yang sempat marak di Sumut. Ia pun mengatakan menjalani tugas tersebut dengan bekerja sama dengan pihak lainnya, seperti Kepolisian.

"Kami ditugaskan untuk fokus pencegahan. Maka dari itu kami bekerja sama dengan berbagai pihak," ucapnya.

Meski tidak menjelaskan secara rinci, Dwi Endah pun membeberkan sejumlah daerah di Sumut yang menyumbang angka TPPO terbanyak saat ini.

"Medan, Asahan, Langkat, Binjai, Deli Serdang, Tebing Tinggi, Serdang Bedagai, Batubara, Tanjungbalai hingga Labuhanbatu. Daerah inilah titik awalnya dan terbanyak dari sini," tuturnya.

Dinas P3AKB Sumut Kenalkan PUSPAGA

Pada kesempatan yang sama, menjawab berbagai persoalan sosial seperti kasus TPPO, Dinas P3AKB juga memperkenalkan program Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA). Program tersebut dibuat guna meningkatkan kapasitas orang tua dalam mengasuh anak.

Dwi mengatakan program tersebut searah dengan salah satu visi dan misi Gubernur Sumut dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM). Menurutnya hal tersebut harus dilakukan dari lingkup terkecil yaitu keluarga.

"Diharapkan kapasitas orang tua dalam mengasuh, mendidik, dan melindungi anak," ujarnya di hadapan para wartawan.

Menurutnya program tersebut penting guna mencegah penanganan kasus sejenis TPPO khususnya pada perempuan dan anak. PUSPAGA juga diharapkan menjadi garda terdepan dalam penguatan keluarga.

“PUSPAGA berperan penting dalam upaya pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Keluarga tangguh adalah keluarga yang memiliki ketahanan dan kekuatan dalam menghadapi berbagai persoalan hidup,” tuturnya.

Dipaparkannya, berdasarkan data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA), terdapat 1.444 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Sumut hingga Oktober 2025 lalu.

“Edukasi parenting sangat penting diberikan kepada orang tua agar mampu menciptakan lingkungan tumbuh kembang anak yang sehat. Di PUSPAGA ada layanan konsultasi dan konseling mengenai berbagai persoalan keluarga dan pola asuh,” katanya.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN