Ketua Fraksi PAN DPRD Sumut Apresiasi Keseriusan Pemprov Benahi Sungai dan Irigasi di Batu Bara

Ketua Fraksi PAN DPRD Sumatera Utara, Yahdi Khoir Harahap. (Foto: Ari/Mistar)
Medan, MISTAR.ID
Ketua Fraksi PAN DPRD Sumatera Utara (Sumut), Yahdi Khoir Harahap, mengapresiasi langkah konkret Pemerintah Provinsi Sumut dalam memperkuat infrastruktur sumber daya air, khususnya peningkatan kualitas sungai dan sistem irigasi di Kabupaten Batu Bara guna mendorong kemajuan sektor pertanian.
Menurutnya, keseriusan pemerintah terlihat dari berbagai proyek strategis yang berjalan sepanjang tahun 2026. Program tersebut meliputi normalisasi sungai, pembangunan dan penguatan tanggul, rehabilitasi bendungan, serta peningkatan jaringan irigasi di sejumlah wilayah sentra pertanian seperti Kecamatan Air Putih, Sei Balai, Medang Deras, dan Sei Suka.
Yahdi menegaskan, pembangunan infrastruktur air bukan sekadar proyek fisik, melainkan investasi jangka panjang untuk mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani. Selama ini, persoalan klasik seperti banjir, sedimentasi sungai, serta kerusakan bendungan dan saluran irigasi menjadi hambatan utama produktivitas pertanian.
“Langkah-langkah yang diambil pemerintah provinsi saat ini menyasar persoalan yang benar-benar dirasakan masyarakat. Jika dijalankan dengan baik, dampaknya akan signifikan, baik dalam meningkatkan hasil pertanian maupun melindungi lahan dari ancaman banjir,” ujarnya kepada wartawan di Gedung DPRD Sumut, Kamis (23/4/2026).
Baca Juga: DPRD Sumut Apresiasi Komitmen BNI Kembalikan Dana Rp28 Miliar Milik Gereja Paroki Aek Nabara
Ia menjelaskan, sejumlah proyek yang tengah dikerjakan di antaranya normalisasi Sungai Tanjung di Kecamatan Air Putih, penguatan tebing Sungai Dalu-dalu, serta perbaikan tanggul Sungai Suka sebagai bagian dari pengelolaan pascabencana.
“Tak hanya itu, rehabilitasi bendungan penting seperti Bendungan Irigasi Tanjung Muda, Simodong, serta Cinta Maju/Cinta Damai juga menjadi fokus dalam memperkuat sistem irigasi yang menjadi urat nadi pertanian di Batu Bara,” kata Yahdi yang juga menjabat Wakil Ketua Komisi D DPRD Sumut.
Selain itu, pemerintah turut melakukan perbaikan saluran irigasi di Bendungan Purwodadi serta penguatan tepian sungai di sejumlah titik lainnya. Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk komitmen membangun sistem pengelolaan air yang lebih tangguh dan berkelanjutan.
Ia menilai, program tersebut sejalan dengan arah kebijakan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang menitikberatkan pada kedaulatan pangan. Ia menekankan bahwa ketersediaan air melalui sistem irigasi yang baik menjadi faktor kunci dalam meningkatkan produksi pertanian.
“Ketahanan pangan sangat bergantung pada infrastruktur dasar, terutama air. Jika irigasi berjalan optimal, maka produktivitas meningkat dan kesejahteraan petani ikut terangkat,” ucap anggota legislatif dari Dapil V yang meliputi Kabupaten Asahan, Batu Bara, dan Kota Tanjung Balai tersebut.
Meski demikian, ia mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap pelaksanaan proyek. DPRD Sumut, khususnya Fraksi PAN, berkomitmen memastikan seluruh program berjalan sesuai rencana, tepat waktu, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia berharap pembangunan yang dilakukan tidak bersifat jangka pendek, melainkan menjadi bagian dari strategi berkelanjutan dalam menciptakan sistem pertanian yang kuat, modern, dan kompetitif.
“Dengan sinergi antara pemerintah daerah, legislatif, dan masyarakat, Batu Bara memiliki potensi besar menjadi salah satu lumbung pangan unggulan di Sumut,” tuturnya.
Ia juga menyoroti salah satu proyek prioritas yang sangat diharapkan masyarakat, yakni perbaikan Bendung Daerah Irigasi (DI) Cinta Maju/Cinta Damai di Sei Dalu-dalu, Kecamatan Air Putih, dengan anggaran sekitar Rp20 miliar.
Ia menjelaskan, program tersebut sebelumnya telah dianggarkan dalam APBD 2025, namun mengalami pergeseran sehingga kembali dianggarkan pada tahun 2026.
Menurutnya, penganggaran ulang tersebut tidak terlepas dari respons cepat Gubernur Sumut, Bobby Nasution, yang turun langsung meninjau kondisi bendung pada Juni 2025.
“Ini bentuk respons positif yang patut diapresiasi, karena masyarakat petani sangat berharap perbaikan bendung ini segera direalisasikan,” ucapnya. (hm25)
BERITA TERPOPULER
























