Keterbatasan Penerbangan Penyebab Terhambatnya Kepulangan Peserta Pesparawi Sumut dari Papua

Kepulangan kloter terakhir peserta Pesparawi kontingen Sumut di Bandara Internasional Kualanamu beberapa waktu lalu. (foto: istimewa/mistar)
Medan, MISTAR.ID - Berkat Kurniawan Laoli, Ketua tim rombongan kontingen Sumatera Utara (Sumut) pada ajang Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) nasional XIV 2026, menyampaikan proses pemulangan peserta di Papua dilakukan secara bertahap dikarenakan keterbatasan kapasitas penerbangan beberapa waktu lalu.
Ia menjelaskan, hingga tanggal 30 Juni 2026 pukul 11.00 WIT, dari 259 orang rombongan yang ada di Monokwari, sebanyak 160 orang telah dipulangkan ke Kota Medan.
“Jadi pada 24 Juni itu 7 orang sudah pulang, pada 25 Juni itu ada 48 orang, 26 Juni ada 53 orang, 28 Juni 2 orang, dan pada 30 Juni ada 50 orang,” ujarnya, Sabtu (4/7/2026).
Ia mengatakan, 99 orang peserta lainnya masih berasa di Monokwari dan dijadwalkan kembali ke Medan pada 1 Juli 2026. Menurutnya, persoalan tersebut dipicu dengan adanya keterbatasan seat.
“Kendala kemarin itu sebenarnya karena keterbatasan seat dan jumlah penerbangan di Monokwari. Makanya kepulangan kontingen harus dilakukan secara bertahap,” katanya.
Ia mengungkapkan, dari 99 orang peserta kontingen Sumut itu terdiri dari peserta lomba pada 26 dan 27 Juni 2026 lalu, hingga kemudian pada penutupan kegiatan diselenggarakan pada 28 Juni 2026.
Ia menambahkan, para peserta yang menjadi kloter terakhir kepulangan dari Monokwari berasal dari Kabupaten Deli Serdang sebanyak 50 orang dan Kabupaten Toba 49 orang.
“Tetapi semuanya sudah kembali ke Sumatera Utara hingga hari ini. Ini semua tidak terlepas dari dukungan penuh dari Gubernur kita, Bapak Bobby Nasution. Semoga perjalanan panjang dalam mengharumkan nama baik Sumatera Utara ini dapat menginspirasi para generasi muda lainnya,” ucapnya.





















