Friday, June 5, 2026
home_banner_first
MEDAN

Imbauan Tidak Rayakan Tahun Baru di Sumut, Pengamat Sebut Wujud Kepedulian Sosial

Mistar.idRabu, 24 Desember 2025 05.00
AN
MA
imbauan_tidak_rayakan_tahun_baru_di_sumut_pengamat_sebut_wujud_kepedulian_sosial

Pengamat Sosial Sumut, Agus Suriadi. (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Pengamat sosial Sumatera Utara (Sumut), Agus Suriadi, menilai imbauan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut agar pemerintah kabupaten/kota tidak melaksanakan perayaan Tahun Baru merupakan langkah yang relevan dan bijak di tengah kondisi sosial pascabencana.

Menurutnya, masih banyak masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri setelah terdampak bencana. Oleh karena itu, momentum perayaan malam Tahun Baru dinilai tidak tepat untuk dirayakan.

“Sudah seharusnya kita berempati, karena masih banyak masyarakat yang masih berjuang untuk pulih dari bencana,” kata Ketua Program Studi Kesejahteraan Sosial FISIP USU itu kepada Mistar, Selasa (23/12/2025).

Ia menilai, penghentian perayaan Tahun Baru dapat menjadi bentuk solidaritas dan empati terhadap masyarakat yang sedang mengalami kesulitan.

“Dengan tidak merayakan, masyarakat dapat lebih fokus pada upaya membantu sesama, baik melalui donasi, bantuan langsung, maupun kegiatan sosial lainnya,” ujarnya.

Agus juga menyampaikan bahwa momentum pergantian tahun biasanya dimaknai sebagai waktu untuk merenung dan mengevaluasi pencapaian serta merencanakan langkah ke depan.

“Dalam konteks ini, alih-alih merayakan, masyarakat bisa lebih fokus pada refleksi dan perencanaan untuk membantu sesama, terutama para korban yang terdampak bencana,” tuturnya.

Di samping itu, menurut Agus, momen ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesadaran kolektif tentang pentingnya kebersamaan dan dukungan sosial dalam menghadapi berbagai tantangan.

“Menurut hemat saya, pemerintah sebaiknya mendorong kegiatan yang lebih produktif, seperti penggalangan dana, kegiatan kebersihan, atau acara yang mendukung pemulihan masyarakat,” ucapnya.

Ia menambahkan, jika masyarakat tetap ingin merayakan pergantian tahun, dapat dipertimbangkan kegiatan virtual yang tidak melibatkan kerumunan fisik, namun tetap memberikan rasa kebersamaan.

“Oleh karenanya, dengan mempertimbangkan situasi yang ada, mengikuti surat edaran Pemprov Sumut untuk tidak melaksanakan perayaan Tahun Baru adalah langkah yang bijak,” kata Agus.

Ia menerangkan, hal ini menunjukkan kepedulian dan tanggung jawab sosial terhadap sesama, sekaligus memberikan ruang untuk merenungkan dan merencanakan masa depan yang lebih baik.

“Masyarakat diharapkan dapat berpartisipasi dalam kegiatan yang lebih konstruktif dan mendukung proses pemulihan bagi mereka yang terdampak bencana,” ujarnya. (hm25)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN