Monday, June 15, 2026
home_banner_first
MEDAN

Dewan Pengawas Bulog Cek Gudang di Medan, Pastikan Banpang Tuntas Akhir Juni

Mistar.idSabtu, 13 Juni 2026 12.50
EH
BS
dewan_pengawas_bulog_cek_gudang_di_medan_pastikan_banpang_tuntas_akhir_juni

Anggota Dewan Pengawas Perum BULOG Frans B.M. Dabukke saat memeriksa langsung sampel butiran beras cadangan pangan pemerintah di dalam karung sebelum disalurkan kepada warga. (Foto: Bulog Kanwil Sumut)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Dewan Pengawas Perum Bulog melakukan kunjungan kerja spesifik ke Provinsi Sumatera Utara guna memantau langsung eksekusi penyaluran Program Bantuan Pangan (Banpang) nasional.

Langkah ini diambil guna memastikan seluruh komoditas jaring pengaman sosial yang digelontorkan ke masyarakat memenuhi standar mutu dan bebas dari beras berkualitas buruk.

Anggota Dewan Pengawas Perum Bulog, Frans B.M. Dabukke, memimpin langsung inspeksi mendadak ke sejumlah kompleks pergudangan logistik serta titik tapak penyaluran bantuan di kawasan Kota Medan.

Frans memvalidasi kelayakan fisik beras dan minyak goreng sebelum didistribusikan ke tangan warga.

Frans menegaskan bahwa pengawasan dari hulu ke hilir mulai dari sistem perawatan stok di dalam gudang, pola pengangkutan, hingga manajemen penyerahan di tingkat kelurahan wajib tunduk pada standar operasional prosedur (SOP) yang ketat. Kualitas pangan tidak boleh dikorbankan dengan alasan kejar target distribusi.

"Kami ingin memastikan bahwa bantuan pangan yang disalurkan oleh Bulog diterima masyarakat dalam kondisi baik, layak konsumsi, tepat jumlah, tepat waktu, dan tepat sasaran. Kehadiran Dewan Pengawas di lapangan merupakan bentuk komitmen untuk menjaga kualitas pelayanan publik," kata Frans B.M. Dabukke, Sabtu (13/6/2026).

Dalam kunjungan tersebut, dewan pengawas secara khusus memelototi realisasi penyaluran Banpang untuk alokasi sisa bulan Februari hingga Maret 2026.

Di wilayah Kecamatan Medan Marelan, basis penerima manfaat tercatat cukup padat dengan total mencapai 21.455 Penerima Bantuan Pangan (PBP).

Secara lebih rinci, Frans memantau penyaluran komoditas di tingkat kelurahan, salah satunya di Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan. Di wilayah ini, jumlah alokasi jatah pangan menyasar 2.240 PBP.

Adapun total volume logistik yang digelontorkan untuk Kelurahan Paya Pasir mencapai 44.800 kilogram (44,8 ton) beras prima serta 8.960 liter minyak goreng kemasan Minyakita. Setiap kepala keluarga penerima manfaat berhak membawa pulang paket pangan gratis seberat 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng.

"Kami mematok target besar bahwa seluruh rangkaian Program Bantuan Pangan ini harus selesai disalurkan secara serentak di seluruh wilayah, termasuk di pelosok Sumatera Utara, paling lambat pada 30 Juni 2026 mendatang," ucap Frans.

Kunjungan kerja ini sekaligus dimanfaatkan sebagai momentum evaluasi total terhadap kinerja pelayanan Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara dalam menyerap dan mengalirkan cadangan pangan pemerintah.

Berdasarkan hasil uji petik dan dialog langsung bersama warga penerima manfaat di lokasi pembagian, sistem antrean dan mekanisme penyaluran dilaporkan berjalan tertib serta mendapat respons yang sangat positif dari masyarakat kelas bawah yang sedang terhimpit fluktuasi harga kebutuhan pokok.

"Kami berharap program stimulus berkala dari pemerintah ini dapat memberikan manfaat ekonomi maksimal bagi masyarakat rentan, serta efektif turut serta menjaga stabilitas sosial dan tensi ekonomi di daerah," ujar Frans. (hm20)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN