Monday, July 20, 2026
home_banner_first
MEDAN

Dampak Banjir, BPBD Medan Sebut Ratusan Kepala Keluarga di Medan Utara Masih Mengungsi

Mistar.idSabtu, 29 November 2025 pukul 15.07 WIB
dampak_banjir_bpbd_medan_sebut_ratusan_kepala_keluarga_di_medan_utara_masih_mengungsi

Wali Kota Medan, Rico Waas (pakai kaca mata) saat meninjai korban banjir yang mengungsi di Masjid Kawasan Medan Utara. (foto: dok BPBD Medan/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan menyebut Kawasan Medan Utara (Kecamatan Medan Deli, Labuhan, Marelan dan Belawan) masih terendam banjir dengan ketinggian air rata-rata sepinggang hingga sedada orang dewasa.

“80 persen kondisinya masih sama seperti kemarin-kemarin, air masih tinggi dan warga masih kita evakuasi ke pengungsian. Ada sekitar ratusan Kepala Keluarga (KK) yang terdampak, dan itu masih belum menyeluruh, karena ada yang belum masuk laporannya dari kewilayahan,” kata Kepala BPBD Kota Medan, Yunita Sari saat dikonfirmasi Mistar, Sabtu (29/11/2025).

Dijelaskan Yunita, kondisi yang paling parah terjadi di Kelurahan Martubung. Pasalnya, ada wilayah yang tidak bisa dimasuki petugas saat akan melakukan evakuasi.

“Bisa dibilang terisolir. Namun hari ini akan kita upayakan lagi. Petugas kita sudah jalan ke sana untuk berusaha mengevakuasi warga,” tuturnya.

Yunita mengungkapkan saat ini Kota Medan masih dalam kondisi tanggap darurat selama dua minggu kedepan sejak 27 November 2025.

“Namun BMKG memprediksi kondisi ini bisa cepat pulih sebelum tanggal 2 Desember 2025 mengingat Siklon Tropis Senyar juga sudah mulai bergeser. Mudah-mudahan Kota Medan bisa kembali pulih. Jika kondisi cuaca terus seperti ini, kemungkinan dua hari kedepan air di Medan Utara akan surut,” ujarnya.

Untuk Medan Selatan, Yunita memastikan hampir semua masyarakat yang sempat mengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing.

“Meski masih berstatus tanggap darurat, di Medan Selatan pengungsi sudah hampir semua pulang membersihkan rumahnya masing-masing. Paling yang di kawasan Gaperta dan Klambir V yang masih ada pengungsi, tapi itu pun sedikit. Nanti kalau ada perkembangan informasi terbaru akan kita update,” ucapnya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN