Awal Ramadan 1447 Hijriah, BMKG: Cuaca di Sumut Didominasi Hujan

Ilustrasi cuaca hujan. (Foto: Pixabay)
Medan, MISTAR.ID
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut cuaca di wilayah Sumatera Utara (Sumut), termasuk Kota Medan dan sekitarnya, didominasi hujan pada awal Ramadan 1447 Hijriah.
Prakirawan Balai Besar MKG (BBMKG) Wilayah I Medan, Utami Al Khairiyah, mengatakan cuaca hujan di wilayah Sumut diprediksi terjadi selama tiga hari mulai Rabu (18/2/2026) hingga Jumat (20/2/2026).
"Cuaca Kota Medan dan sekitarnya hari ini dan besok diperkirakan masih berpotensi hujan ringan hingga sedang," katanya saat dikonfirmasi Mistar, Kamis (19/2/2026).
Lebih lanjut, Utami menguraikan wilayah di Sumut lainnya yang berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada hari ini hingga esok hari.
"Wilayah yang berpotensi hujan sedang hingga lebat dan disertai petir serta angin kencang pada 19 Februari 2026 yakni Kota Binjai, Kabupaten Langkat, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Karo, Simalungun, Asahan, Batu Bara, Samosir, Toba, Labuhanbatu Utara, Padang Lawas, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, dan Nias Selatan," ujarnya.
Sementara keesokan harinya, yakni Jumat (20/2/2026), wilayah yang berpotensi hujan sedang hingga lebat meliputi Kabupaten Langkat, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Asahan, Karo, Dairi, Samosir, Toba, Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, dan Kota Pematangsiantar.
Utami menjelaskan, kondisi cuaca seperti ini disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya karena fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) di Samudera Hindia.
"Berdasarkan analisis angin di Sumut, terdapat arus siklonik di wilayah Laut Natuna dan pusat sistem tekanan rendah di Samudera Hindia barat daya perairan Sumatra. Sehingga, membentuk belokan angin di Sumut yang memicu pertumbuhan awan di wilayah Sumut. MJO juga berada pada fase 2 (Samudera Hindia) sehingga berkontribusi dalam proses pembentukan awan hujan di Sumut," ujarnya.
Selain itu, lanjut Utami, anomali suhu muka laut cukup hangat sehingga meningkatkan penambahan massa uap air. Ditambah juga kondisi atmosfer yang masih cukup labil turut menambah potensi pertumbuhan awan hujan di sebagian wilayah Sumut. (hm25)
PREVIOUS ARTICLE
Selama Ramadan 2026, PN Medan Terapkan Penyesuaian Jam Kerja





















