Tuesday, July 21, 2026
home_banner_first
KULINER

Perlu Diperhatikan Cara Pembuatan Nabeez Agar Tetap Halal

Mistar.idJumat, 6 Maret 2026 pukul 05.30 WIB
perlu_diperhatikan_cara_pembuatan_nabeez_agar_tetap_halal

Air nabeez. (Foto: Getty Images/iStockphoto/sri widyowati)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Air nabeez atau air rendaman kurma dikenal sebagai salah satu minuman yang disukai Muhammad. Namun, cara pembuatannya perlu diperhatikan karena rendaman kurma yang terlalu lama dapat mengalami fermentasi dan menghasilkan alkohol.

Air nabeez dibuat dengan cara merendam beberapa butir kurma atau kismis dalam air, biasanya semalaman, lalu dikonsumsi pada keesokan harinya. Minuman ini disebut dalam hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah dan tercantum dalam riwayat Sahih Muslim.

Dalam riwayat tersebut disebutkan bahwa air nabeez pernah dibuat untuk Rasulullah menggunakan kantung kulit pada malam hari, lalu diminum pada pagi harinya.

Selain menjadi minuman yang dianjurkan dalam tradisi Islam, kurma juga dikenal memiliki banyak nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh. Proses perendaman membuat molekul nutrisi lebih mudah diserap oleh tubuh.

Dokter umum sekaligus praktisi kesehatan sunah, Zaidul Akbar, menyarankan agar kurma tidak direndam lebih dari 12 jam.

“Merendam kurma dalam air maksimal 12 jam. Kalau sudah 12 jam jangan diisi ulang (refill) karena sudah sampai titik jenuhnya,” ujarnya seperti dikutip dari detikHealth.

Perendaman kurma terlalu lama dapat menurunkan khasiatnya dan memicu proses fermentasi. Berdasarkan penjelasan LPPOM MUI, rendaman yang dibiarkan lebih dari tiga hari dapat menghasilkan produk sampingan berupa alkohol.

Jika dibiarkan terlalu lama, minuman tersebut dapat berubah menjadi khamr atau minuman yang memabukkan, yang dilarang dalam Islam.

Karena itu, air nabeez dianjurkan untuk segera dikonsumsi setelah proses perendaman sekitar 12 jam agar tetap aman dan halal diminum. (hm25)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN