Dagangan Kue Tanpa Sari Gula Jadi Favorit Warga Perbaungan

Dagangan kue tanpa sari gula milik Nurhalim Lubis. (foto: Sembiring/mistar)
Sergai, MISTAR.ID
Kue tanpa sari gula masih menjadi salah satu jajanan tradisional yang banyak diminati masyarakat. Salah seorang pedagang yang setia mempertahankan usaha tersebut yakni Nurhanim Lubis, 72 tahun, yang berjualan di Jalan Sena Simpang Melati, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai).
Janda enam orang anak dan 16 cucu itu mengaku telah menggeluti usaha berjualan kue tanpa sari gula selama sekitar 40 tahun. Usaha tersebut awalnya dirintis oleh mendiang suaminya yang berasal dari Kabupaten Batu Bara.
“Dulu usaha ini dirintis suami saya. Suami saya warga asal Batu Bara, ibunya Boru Nasution,” ujar Nurhanim saat ditemui di lapak jualannya, Minggu (25/1/2026) sore.
Nurhanim menuturkan lamanya ia berjualan kue tradisional tersebut seiring dengan usia anak sulung perempuannya yang kini telah menginjak 40 tahun. Berbagai jenis kue tanpa sari gula dijualnya dengan harga terjangkau, yakni Rp5.000 untuk empat potong kue.
Baca Juga: Penjualan Kue Natal di Pasar Ramai Medan Anjlok hingga 50 Persen, Pedagang Keluhkan Daya Beli
Dalam waktu singkat, dagangan Nurhanim kerap ludes dibeli pelanggan. Lapak sederhananya yang berada persis di pinggir jalan menuju Desa Melati, Perbaungan, memudahkan warga untuk singgah membeli jajanan tradisional tersebut.
Meski dagangannya laris, perempuan berjilbab itu enggan menyebutkan besaran penghasilan yang diperolehnya dari berjualan kue. Ia tampak ditemani salah seorang anak perempuannya saat melayani pembeli.
Keberadaan pedagang kue tradisional seperti Nurhanim tidak hanya menjadi penopang ekonomi keluarga, tetapi juga turut menjaga kelestarian kuliner lokal yang masih digemari masyarakat hingga kini.
PREVIOUS ARTICLE
Warong Nasi Pariaman Akan Tutup Setelah 78 Tahun: Legenda Nasi Padang di Singapura Tinggal KenanganNEXT ARTICLE
Bahan Membuat Es Gabus yang Aman Dikonsumsi





















