Friday, June 5, 2026
home_banner_first
KULINER

Dagangan Kue Tanpa Sari Gula Jadi Favorit Warga Perbaungan

Mistar.idMinggu, 25 Januari 2026 20.45
journalist-avatar-top
HS
dagangan_kue_tanpa_sari_gula_jadi_favorit_warga_perbaungan

Dagangan kue tanpa sari gula milik Nurhalim Lubis. (foto: Sembiring/mistar)

news_banner

Sergai, MISTAR.ID

Kue tanpa sari gula masih menjadi salah satu jajanan tradisional yang banyak diminati masyarakat. Salah seorang pedagang yang setia mempertahankan usaha tersebut yakni Nurhanim Lubis, 72 tahun, yang berjualan di Jalan Sena Simpang Melati, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai).

Janda enam orang anak dan 16 cucu itu mengaku telah menggeluti usaha berjualan kue tanpa sari gula selama sekitar 40 tahun. Usaha tersebut awalnya dirintis oleh mendiang suaminya yang berasal dari Kabupaten Batu Bara.

“Dulu usaha ini dirintis suami saya. Suami saya warga asal Batu Bara, ibunya Boru Nasution,” ujar Nurhanim saat ditemui di lapak jualannya, Minggu (25/1/2026) sore.

Nurhanim menuturkan lamanya ia berjualan kue tradisional tersebut seiring dengan usia anak sulung perempuannya yang kini telah menginjak 40 tahun. Berbagai jenis kue tanpa sari gula dijualnya dengan harga terjangkau, yakni Rp5.000 untuk empat potong kue.

Dalam waktu singkat, dagangan Nurhanim kerap ludes dibeli pelanggan. Lapak sederhananya yang berada persis di pinggir jalan menuju Desa Melati, Perbaungan, memudahkan warga untuk singgah membeli jajanan tradisional tersebut.

Meski dagangannya laris, perempuan berjilbab itu enggan menyebutkan besaran penghasilan yang diperolehnya dari berjualan kue. Ia tampak ditemani salah seorang anak perempuannya saat melayani pembeli.

Keberadaan pedagang kue tradisional seperti Nurhanim tidak hanya menjadi penopang ekonomi keluarga, tetapi juga turut menjaga kelestarian kuliner lokal yang masih digemari masyarakat hingga kini.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN