Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
KESEHATAN

Waspada Virus Nipah, Penjual Kalong di Pancur Batu Diimbau Tingkatkan Kehati-hatian

Mistar.idKamis, 5 Februari 2026 pukul 15.34 WIB
waspada_virus_nipah_penjual_kalong_di_pancur_batu_diimbau_tingkatkan_kehatihatian_

Penjual kalong di Pancur Batu. (foto: Dokumentasi MistarTV)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut) terkenal dengan aktivitas masyarakat yang menjual Kalong atau Pteropus vampyrus, yang merupakan jenis kelelawar pemakan buah (Megachiroptera).

Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Muhammad Faisal Hasrimy melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Novita Saragih, mengingatkan agar masyarakat diimbau lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas penjualan kalong.

"Disarankan lebih kepada kehati-hatian, masyarakat dan wajib menerapkan pola hidup bersih dan sehat, pastikan konsumsi semua jenis makanan yang sudah benar-benar matang," ujarnya, Kamis (5/2/2026).

Selain itu, Novita mengingatkan kepada seluruh masyarakat apabila sedang mengalami kondisi tubuh kurang sehat ataupun sakit, disarankan menggunakan masker dan jauhi kerumunan.

Sekadar informasi, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor HK.02.02/C/445/2026, tentang kewaspadaan terhadap penyakit virus nipah, Jumat (30/1/2026) lalu.

Kemenkes menyebut Virus Nipah merupakan penyakit zoonotik emerging yang disebabkan oleh virus Nipah, anggota genus Henipavirus dan famili Paramyxoviridae.

Virus ini memiliki reservoir alami pada kelelawar buah (Pteropus sp), yang dapat menularkan virus ke manusia secara langsung atau melalui perantara hewan lain (seperti babi), serta melalui konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi virus (misalnya buah atau nira).



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN