Riset Kolaboratif UINSU-BRIN Kaji Edukasi Vaksin HPV di Medan

Ilustrasi pemberian vaksin (foto:Gemini/Mistar)
Medan, MISTAR.ID
Upaya meningkatkan penerimaan vaksin HPV di tengah masyarakat Kota Medan kini menjadi fokus riset nasional kolaboratif antara akademisi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) dan peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Penelitian yang diselenggarakan oleh Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Sosial dan Humaniora (OR IPSH) BRIN ini berhasil lolos pendanaan program Call for Research Collaboration (CFRC) 2026.
Fokus utama penelitian bertajuk “Edukasi Vaksin HPV di Tengah Keterbatasan Akses: Perspektif Sosial Humaniora tentang Orang Tua, Remaja, dan Kebijakan Kesehatan di Kota Medan” ini adalah mengkaji berbagai hambatan sosial dalam edukasi vaksin HPV, termasuk peran keluarga dan kesiapan remaja.
Penelitian dipimpin oleh Evalina Franciska Hutasoit dari Pusat Riset Kependudukan BRIN, dengan melibatkan tim lintas institusi. Sejumlah peneliti dari BRIN turut bergabung bersama akademisi UINSU dan perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara.
Tim peneliti menyampaikan bahwa studi ini tidak hanya melihat aspek kesehatan, tetapi juga menggali faktor sosial yang memengaruhi penerimaan vaksin.
“Kami fokus memahami bagaimana perspektif sosial dan humaniora memengaruhi penerimaan vaksin HPV, termasuk peran orang tua dan kesiapan remaja,” ujar Evalina dalam keterangannya, Rabu (6/5/2026).
Penelitian ini dinilai penting mengingat upaya pencegahan kanker serviks melalui vaksinasi HPV masih menghadapi tantangan, baik dari sisi akses maupun pemahaman masyarakat. Karena itu, pendekatan sosial humaniora dianggap krusial untuk melengkapi aspek medis yang selama ini lebih dominan.
Sebagai langkah awal, tim akan memulai koordinasi dan persiapan pra-pengumpulan data pada pekan pertama Mei 2026. Proses ini melibatkan berbagai instansi di Kota Medan guna memastikan data yang dihimpun valid dan representatif.
Keikutsertaan kolaborasi ini dalam program CFRC 2026 juga ditegaskan melalui Nota Dinas Pelaksana Tugas (Plt) Kepala OR IPSH bernomor B-1434/III.7/FR.06.01/2/2026.
“Kami berharap hasil penelitian tidak hanya berkontribusi pada publikasi ilmiah, tetapi juga menghasilkan rekomendasi kebijakan yang dapat diterapkan pemerintah dalam memperkuat strategi edukasi vaksinasi,” katanya.
Sementara itu, Rektor UINSU Medan, Nurhayati, menyambut positif capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas institusi menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran perguruan tinggi dalam menjawab persoalan masyarakat.
“Kami akan terus mendorong dosen agar aktif dalam riset kolaboratif yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tuturnya.
PREVIOUS ARTICLE
BPJS Kesehatan dan Pemprov Sumut Perkuat Layanan JKNBERITA TERPOPULER























