Wednesday, June 24, 2026
home_banner_first
KESEHATAN

Dinkes Sumut: Penetapan Dugaan Malapraktik Harus Melalui Kajian Mendalam

Mistar.idRabu, 6 Mei 2026 pukul 20.12 WIB
dinkes_sumut_penetapan_dugaan_malapraktik_harus_melalui_kajian_mendalam

Dinkes Sumut dalami dugaan malapraktik yang melibatkan RSU Muhammadiyah dan Mimi Maisyarah (foto:berry/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatera Utara (Sumut) melalui Sekretaris Dinkes Sumut, Hamid Rijal Lubis, menyampaikan bahwa penetapan dugaan malapraktik memerlukan kajian yang mendalam dan tidak bisa disimpulkan secara sederhana.

“Dalam menarik kesimpulan suatu tindakan medis sebagai malapraktik atau tidak, harus melalui kajian yang benar-benar kompleks,” ujarnya kepada Mistar, Rabu (6/5/2026).

Ia menegaskan, tidak mudah menyatakan ada atau tidaknya malapraktik tanpa melalui proses yang menyeluruh. Namun, Dinkes Sumut memastikan telah menjalankan tahapan yang diperlukan.

“Mulai dari identifikasi, penelusuran, hingga wawancara dengan para pihak terkait, termasuk memfasilitasi mediasi antara RSU Muhammadiyah dan pasien Mimi Maisyarah,” ucapnya.

Hamid menambahkan, apabila dalam proses penelusuran ditemukan hal yang signifikan dan mengarah pada indikasi pelanggaran, maka kasus tersebut dapat ditingkatkan ke tahap penyidikan.

Menurutnya, dalam menentukan ada atau tidaknya dugaan malapraktik, Dinkes Sumut akan melibatkan berbagai pihak terkait, sehingga tidak hanya bergantung pada satu institusi.

Sebelumnya, Dinkes Sumut telah menyampaikan hasil penelusuran yang dilakukan oleh Tim Satuan Tugas Kendali Mutu Pelayanan Kesehatan terkait dugaan malapraktik yang melibatkan RSU Muhammadiyah dan pasien Mimi Maisyarah.

Kasus ini mencuat setelah adanya dugaan tindakan medis di RSU Muhammadiyah terhadap pasien Mimi Maisyarah (48), warga Kecamatan Medan Denai, yang menjalani operasi miom.

Namun, tanpa sepengetahuan pasien dan keluarga, tim dokter diduga turut melakukan pengangkatan rahim saat operasi berlangsung pada 20 Februari 2026, yang kemudian memicu dugaan malapraktik.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN