Musim Kemarau, IDAI Ingatkan Risiko DBD Meningkat akibat Penampungan Air

Ilustrasi. (Foto: Alodokter)
Jakarta, MISTAR.ID
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap risiko demam berdarah dengue (DBD) selama musim kemarau dan fenomena El Nino. Kebiasaan menyimpan cadangan air di rumah dinilai dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti jika tidak dikelola dengan baik.
Ketua Satgas Kesehatan Lingkungan dan Perubahan Iklim IDAI, dr. Darmawan Budi Setyanto, Sp.A, Subsp.Respi(K), mengatakan perubahan pola cuaca selama El Nino turut memengaruhi kondisi lingkungan yang berdampak pada kesehatan anak.
“Saat kemarau panjang, masyarakat cenderung menyimpan air dalam berbagai wadah. Kalau tidak ditutup atau dibersihkan secara rutin, itu bisa menjadi tempat berkembang biak nyamuk,” ujar dr. Darmawan dalam webinar IDAI bertema “Dampak El Nino pada Kesehatan Anak”.
Menurutnya, genangan air bersih yang dibiarkan terlalu lama menjadi lokasi ideal bagi nyamuk penyebab DBD untuk bertelur. Ia menjelaskan, tempat berkembang biak nyamuk tidak selalu berasal dari genangan besar, tetapi juga dari wadah penyimpanan air di rumah seperti ember, bak mandi, toren, hingga penampung air hujan.
“Kadang masyarakat merasa sudah aman karena musim kemarau, padahal justru banyak wadah air yang dibiarkan terbuka,” katanya, seperti dilansir dari Kompas.com.
Darmawan menilai kondisi tersebut membuat risiko penularan DBD tetap perlu diwaspadai meski curah hujan menurun. Karena itu, ia mengimbau masyarakat rutin membersihkan dan menutup tempat penampungan air untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk.
Sementara itu, Ketua Pengurus Pusat IDAI, DR dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, Subsp.Kardio(K), mengatakan anak menjadi kelompok yang rentan terdampak penyakit infeksi akibat perubahan lingkungan.
Ia mengingatkan orangtua agar tidak menganggap demam pada anak saat cuaca panas sebagai kondisi biasa.
“Kalau anak demam, lemas, atau muncul tanda-tanda lain yang mengarah ke DBD, jangan menunda pemeriksaan,” ujar dr. Piprim.
Menurutnya, perubahan iklim dan suhu ekstrem membuat orangtua perlu lebih peka terhadap kondisi kesehatan anak sehari-hari.
IDAI menilai dampak El Nino terhadap kesehatan anak tidak hanya berkaitan dengan cuaca panas dan dehidrasi, tetapi juga perubahan kondisi lingkungan yang dapat memicu berbagai penyakit.
Karena itu, perlindungan anak selama cuaca ekstrem perlu dimulai dari kebiasaan sederhana di rumah, termasuk menjaga kebersihan lingkungan dan memastikan tempat penyimpanan air tetap aman dari sarang nyamuk. (hm25)
PREVIOUS ARTICLE
Tips Agar Tekanan Darah Stabil Selama Ibadah Haji























