IDI Soroti Ketimpangan Layanan Kesehatan di Sumut, Dokter Daerah Diminta Sejahtera

Ketua IDI Cabang Medan Periode 2026-2029, dr Galdy Wafie, M.Ked(An)., Sp.An. (foto:berry/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Medan periode 2026–2029, Galdy Wafie, turut menanggapi kondisi fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan di daerah.
“Khusus di Sumut sendiri, kita masih punya daerah yang tertinggal. Masih ada daerah yang mungkin saat ini belum terjangkau layanan kesehatan,” ujarnya kepada Mistar, Kamis (21/5/2026).
Dokter Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara itu menegaskan, IDI akan hadir di tengah masyarakat untuk memberikan pelayanan kesehatan, khususnya di daerah.
Menurut Galdy, IDI Cabang Medan berharap dapat memfasilitasi tenaga kesehatan dan dokter di daerah yang belum sejahtera, serta membantu masyarakat yang belum mendapatkan akses layanan kesehatan secara optimal.
“Jadi dampak organisasi profesi IDI sendiri bukan sekadar untuk anggota IDI saja, melainkan juga bisa dirasakan masyarakat di sekitarnya,” katanya.
Terpisah, Ketua IDI Sumut, Ery Suhaymi, menegaskan kesejahteraan dokter yang bertugas di daerah harus dijamin sepenuhnya.
“Kesejahteraan dokter yang di daerah tentu harus dijamin agar tidak terjadi penumpukan di satu daerah. Faktor kesejahteraan menjadi salah satu penyebab adanya penumpukan dokter,” tuturnya. (hm27)
























