RSUD Pirngadi Jelaskan Kondisi Satpam MBG Korban Begal: Peluru Masih di Tubuh

Kondisi Satpam MBG saat ditangani di RSUD Pirngadi Medan. (foto:dokumen/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Satpam Makan Bergizi Gratis (MBG), Guntur Sugoro, yang menjadi korban pembegalan disertai luka bacokan dan tembakan, diduga peluru di dalam tubuhnya belum diangkat lantaran kendala biaya serta kepesertaan BPJS.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) RSUD dr Pirngadi Medan, Mardohar Tambunan, menjelaskan kondisi penanganan Guntur di rumah sakit milik Pemerintah Kota Medan tersebut.
“Kami sudah memberikan edukasi kepada pasien dan keluarganya mengenai kondisi medis pasien, khususnya keberadaan peluru yang masih di dalam tubuh korban,” ujarnya melalui keterangan tertulis kepada Mistar, Kamis (21/5/2026).
Lebih lanjut, Mardohar mengatakan dokter penanggung jawab menyarankan agar pasien dirujuk ke fasilitas kesehatan yang memiliki spesialis bedah toraks, kardiak, dan vaskular.
“Keluarga masih mempertimbangkan rujukan ke rumah sakit lain. Selain itu pihak keluarga juga berencana membawa pasien ke RS Bhayangkara, sehingga kami belum mengirim rujukan meski suratnya telah disiapkan,” katanya.
Ia menyebutkan pasien kini sudah pulang dan menjalani pengobatan jalan dengan kondisi stabil. Jika terdapat gejala lanjutan, dokter menyarankan pasien kembali ke RSUD dr Pirngadi.
Sebelumnya, Guntur masuk Instalasi Gawat Darurat RSUD dr Pirngadi Medan pada 12 Mei 2026 pukul 23.45 WIB dalam kondisi sadar, namun mengalami sesak napas serta luka di bagian punggung.
Satpam MBG tersebut kemudian mendapatkan penanganan medis dan dipasangkan chest tube (selang dada) di Instalasi Bedah Sentral (COT) RSUD dr Pirngadi Medan. (hm27)























