Layanan Hemodialisa RSUD Sidikalang Kembali Dibuka, 12 Mesin HD Mulai Beroperasi

Pelayanan pasien di ruang HD RSUD Sidikalang sedang berlangsung. (Foto: RSUD/Mistar)
Dairi, MISTAR.ID
Setelah ditutup selama satu bulan karena pergantian mesin HD, pelayanan pasien hemodialisa (HD) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidikalang, Kabupaten Dairi, kembali resmi dibuka.
Direktur Utama RSUD Sidikalang, dr. Mei Sitanggang, menyebut sebanyak 12 unit mesin HD sudah dapat beroperasi dan mulai melayani pasien sejak hari ini, Senin (19/1/2026).
Dijelaskan, pelayanan kembali beroperasi setelah hasil pemeriksaan air Reverse Osmosis (RO) keluar pada 14 Januari 2025. Selanjutnya, pada 15 Januari 2025 dilakukan proses kredensialing BPJS dan dinyatakan layak untuk kembali beroperasi.
Hasil pemeriksaan endotoksin juga telah keluar dengan hasil layak guna dan layak pakai. Karena mesin yang digunakan merupakan mesin baru, pihak PT TMJ bersama penyedia mesin Renalmed menghadirkan teknisi serta expert nurse (Rusnika) untuk mendampingi penggunaan mesin dialisis tersebut.
Pada hari pertama pelayanan setelah pergantian mesin dialisis, jumlah pasien yang dilayani pada shift pagi sebanyak 9 orang dan pada shift sore sebanyak 5 orang. Jika sebelumnya jumlah pasien yang dilayani per hari berkisar antara 18 hingga 19 orang, maka pada hari ini baru tercatat 14 pasien.
“Sebanyak 12 unit mesin HD sudah dapat beroperasi hari ini dan telah melayani 17 pasien, yakni pada shift pagi sebanyak 9 orang dan shift siang sebanyak 8 orang,” kata Mei singkat, Senin (19/1/2026).
Hal tersebut disebabkan masih ada beberapa pasien yang belum merespons panggilan telepon dari perawat hemodialisis, serta sebagian pasien lainnya meminta untuk pindah jadwal per bulan Februari.
Sebelumnya, Leonard Batubara, mewakili PT Tirta Medica Jaya (TMJ) selaku pihak kedua kerja sama RSUD Sidikalang, mengatakan sebanyak 20 titik mesin HD di RSUD Sidikalang dilengkapi satu ruangan infeksius dan satu ruangan airborne dengan kapasitas pelayanan hingga 40 pasien per hari.
“Dairi menjadi sentral layanan HD untuk lima wilayah kabupaten dan kota sekitarnya. Mesin berasal dari Eropa dan Jepang. Saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan Reverse Osmosis (RO) dari laboratorium di Jakarta,” ujarnya, Jumat (16/1/2026).
Leonard memastikan setelah mesin HD dapat beroperasi secara normal, standar pelayanan akan setara dengan rumah sakit tipe A di seluruh Indonesia karena menggunakan mesin dari Eropa dan Jepang.
“Perawat HD di RSUD Sidikalang juga sudah memiliki sertifikat nasional dan sebagian telah memiliki sertifikasi internasional seiring dengan pertambahan jumlah pasien. Dairi memiliki layanan HD yang terdepan dibandingkan daerah lain,” katanya.
Sebelumnya, RSUD Sidikalang milik Pemerintah Kabupaten Dairi sempat menjadi sorotan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat setelah pelayanan hemodialisa (HD) dilaporkan terhenti akibat penarikan mesin cuci darah oleh pihak perusahaan.
Namun, Direktur Utama RSUD Sidikalang, dr. Mei Sitanggang, membantah adanya tunggakan pembayaran oleh pihak rumah sakit. Ia membenarkan adanya penarikan mesin, tetapi menegaskan hal tersebut bukan disebabkan oleh kelalaian RSUD.
BERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER



















